KKP Fokus Kembangkan Perikanan Budidaya di Pandeglang Berbasis Potensi Daerah

Senin, 26 Januari 2026 | 12:22:50 WIB
KKP Fokus Kembangkan Perikanan Budidaya di Pandeglang Berbasis Potensi Daerah

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menunjukkan komitmennya untuk mendorong sektor perikanan budidaya, dengan menekankan pentingnya pengembangan yang berbasis pada potensi daerah. 

Langkah ini terungkap dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Balai Budidaya Ikan Air Tawar (BBIAT) Curug Barang, Kabupaten Pandeglang, Banten. 

Kunjungan yang juga dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah dan pembudidaya ikan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan fasilitas budidaya serta memperkuat kerjasama antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha dalam mengoptimalkan potensi daerah.

Pandeglang, yang memiliki kualitas sumber air yang baik dan ketersediaan lahan yang memadai, disebutkan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat budidaya ikan air tawar, khususnya komoditas nila dan lele. 

Pemerintah melalui KKP menargetkan potensi ini dapat dimaksimalkan, tidak hanya untuk meningkatkan produksi ikan domestik, tetapi juga untuk mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis yang diharapkan dapat lebih menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Mendorong Sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, menegaskan bahwa Kabupaten Pandeglang memiliki sumber daya alam yang sangat mendukung pengembangan budidaya ikan. 

Dengan kualitas air yang terjaga, serta potensi lahan yang luas, daerah ini memiliki kapasitas untuk meningkatkan produksi ikan secara signifikan. 

Ia juga menjelaskan bahwa program pengembangan ini akan difokuskan pada komoditas nila dan lele, yang tidak hanya memiliki permintaan pasar yang tinggi, tetapi juga menjadi komponen penting dalam program pemberian makan bergizi gratis bagi masyarakat.

Menurut Haeru Rahayu, KKP terus mengembangkan kebijakan yang mendukung sektor perikanan budidaya, salah satunya dengan penguatan sistem penyediaan pakan. Selain itu, ia menyampaikan bahwa masukan dari Komisi IV DPR RI, pemerintah daerah, dan para pembudidaya ikan akan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran ke depan. 

"Kami ingin memastikan bahwa pengembangan perikanan budidaya di daerah-daerah ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kualitas yang dapat menjamin keberlanjutan sektor ini di masa depan,” ujarnya.

Perikanan Budidaya: Sektor Strategis untuk Ketahanan Pangan

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, juga menegaskan pentingnya perikanan budidaya sebagai sektor strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, sektor ini memiliki potensi yang sangat besar, karena selain mudah dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia, ikan juga memiliki kandungan gizi yang sangat dibutuhkan masyarakat. 

Yohan juga mendorong agar sektor perikanan budidaya lebih diperkuat dengan sinergi yang lebih solid antara KKP, pemerintah daerah, dan lembaga terkait lainnya.

“Budidaya ikan adalah pilihan yang tepat untuk meningkatkan ketahanan pangan. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, kita bisa memastikan keberlanjutan pasokan ikan yang berkualitas tinggi, yang akan mendukung program-program pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi bagi seluruh masyarakat,” ujar Yohan. 

Sinergi ini juga diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam mengurangi ketergantungan pada penangkapan ikan di alam, yang dapat mengancam keseimbangan ekosistem laut dan keberlanjutan stok ikan.

Peran Pandeglang dalam Ketahanan Pangan Nasional

Kepala BBIAT Curug Barang Pandeglang, Erwin Damayanto, memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh DPR RI dan KKP dalam pengembangan sektor perikanan budidaya di daerah tersebut. 

Ia berharap, dengan adanya perhatian lebih, daerah Pandeglang dapat segera menjadi salah satu daerah penyangga utama kebutuhan ikan nasional. 

Erwin menambahkan bahwa dengan adanya kerjasama yang baik antara semua pihak, potensi besar yang dimiliki Pandeglang dapat dimaksimalkan untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan tentunya mendukung ketahanan pangan nasional.

Program Makan Bergizi Gratis dan Penguatan Ketahanan Pangan

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga menegaskan bahwa penguatan sektor perikanan budidaya merupakan langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

Salah satu tujuan utama adalah mengurangi ketergantungan pada penangkapan ikan di alam, yang dapat mengancam keberlanjutan sumber daya ikan. 

Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memberikan akses yang lebih luas terhadap makanan bergizi bagi seluruh masyarakat Indonesia, melalui program seperti Makan Bergizi Gratis.

“Kami ingin memastikan bahwa ketahanan pangan nasional dapat terus terjaga dengan baik. Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat sektor perikanan budidaya sebagai alternatif yang dapat mencukupi kebutuhan pangan yang sehat dan bergizi bagi seluruh rakyat,” ujar Trenggono.

Meningkatkan Produktivitas Budidaya Ikan untuk Mengurangi Tekanan pada Laut

Selain itu, dengan pengembangan sektor perikanan budidaya, pemerintah berharap dapat mengurangi tekanan terhadap ekosistem laut yang semakin terancam. 

Melalui peningkatan produksi ikan melalui budidaya yang lebih efisien, diharapkan populasi ikan di alam dapat terjaga, dan stok ikan yang ada di perairan laut tidak akan terkuras habis akibat aktivitas penangkapan yang berlebihan.

Masa Depan Perikanan Budidaya di Indonesia

Ke depan, KKP akan terus mengoptimalkan potensi-potensi daerah seperti Pandeglang untuk memperkuat sektor perikanan budidaya. Pengembangan ini juga diharapkan bisa memperkenalkan teknologi budidaya yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan mampu mendukung keberlanjutan produk perikanan. 

Dengan semakin banyaknya daerah yang terlibat dalam program ini, Indonesia diharapkan akan menjadi salah satu negara yang mampu memenuhi kebutuhan ikan domestik sekaligus berkontribusi dalam produksi ikan untuk pasar global.

Terkini