JAKARTA - PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis dalam menghadapi wacana dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berencana menghapuskan kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) I.
Mengingat adanya imbauan dari OJK pada Oktober 2025 yang meminta bank-bank dalam kategori KBMI I untuk mengevaluasi kinerja, permodalan, dan model bisnis, Krom Bank mengungkapkan kesiapan mereka dalam memperkuat struktur permodalan serta membangun bisnis yang lebih berkelanjutan.
Penghapusan KBMI I dan Imbauan OJK untuk Evaluasi Mandiri
Pada Oktober 2025, OJK menyampaikan imbauan kepada bank-bank yang tergolong dalam KBMI I untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja bisnis mereka, termasuk dalam hal kualitas aset, tata kelola, dan prospek jangka panjang.
Selain itu, OJK juga mendorong bank-bank tersebut untuk mengidentifikasi opsi penguatan modal dan potensi konsolidasi.
Meskipun penghapusan KBMI I terkesan mengarah pada langkah konsolidasi, OJK menegaskan bahwa hal ini bukan merupakan kebijakan yang mengharuskan konsolidasi secara tergesa-gesa. Sebaliknya, proses yang diinginkan adalah penguatan bertahap yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
Kebijakan tersebut tentu saja berdampak pada bagaimana bank-bank dalam kelompok KBMI I, termasuk Krom Bank, merencanakan masa depan dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan tersebut.
Dalam hal ini, Dian, salah satu pejabat OJK, menjelaskan bahwa meskipun konsolidasi diindikasikan sebagai bagian dari kebijakan, hal tersebut lebih bersifat sebagai imbauan untuk mendorong bank-bank tersebut melakukan langkah-langkah penguatan fundamental yang diperlukan untuk keberlanjutan bisnis.
Krom Bank Siapkan Langkah Strategis dalam Menghadapi Penghapusan KBMI I
Sebagai respons terhadap imbauan tersebut, Anton Hermawan, Presiden Direktur Krom Bank, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat posisi bisnisnya di tengah dinamika industri perbankan.
Menurut Anton, meskipun penghapusan KBMI I masih sebatas wacana, bank tetap berkomitmen untuk memperkuat daya saing dan meningkatkan skala bisnis melalui beberapa pendekatan. Salah satunya adalah dengan memperluas ragam produk dan layanan yang ditawarkan serta memperkuat hubungan dengan nasabah.
Anton menambahkan bahwa Krom Bank aktif menjajaki peluang kolaborasi dan sinergi strategis dengan berbagai mitra, baik dari industri perbankan itu sendiri maupun dengan sektor-sektor lain, seperti teknologi finansial (fintech), e-commerce, dan lembaga keuangan lainnya.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan yang dimiliki oleh bank serta memperkuat portofolio produk yang tersedia, terutama dalam sektor kredit digital dan loan channeling.
Kolaborasi dengan Teknologi Finansial dan E-commerce
Salah satu fokus utama Krom Bank dalam menghadapi tantangan ini adalah meningkatkan kemampuan dalam bidang digitalisasi. Kolaborasi dengan perusahaan fintech dan e-commerce menjadi salah satu cara untuk mempercepat penetrasi layanan bank ke dalam ekosistem yang lebih luas, terutama dalam hal layanan yang berbasis teknologi.
Dengan berkolaborasi dengan fintech, Krom Bank bisa mempercepat proses pemberian kredit, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan efisiensi operasional.
Selain itu, integrasi dengan platform e-commerce memungkinkan bank untuk menyediakan solusi pembiayaan yang lebih tepat sasaran bagi konsumen yang membutuhkan, khususnya dalam sektor digital.
Anton menjelaskan, kolaborasi semacam ini akan mempercepat proses penguatan skala bisnis dan menciptakan peluang untuk memperoleh akses lebih luas ke segmen pasar yang selama ini belum dapat dijangkau oleh bank.
“Kami terus memperkuat posisi kami di sektor digital dan teknologi untuk menciptakan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini,” ungkap Anton.
Penguatan Struktur Permodalan dan Efisiensi Operasional
Di sisi lain, Krom Bank juga tidak mengabaikan pentingnya penguatan struktur permodalan untuk menyongsong masa depan yang lebih mapan. Bank secara aktif berkoordinasi dengan pemegang saham untuk memastikan bahwa modal yang tersedia cukup untuk mendukung pengembangan bisnis yang terus berkembang.
Dalam rangka memperkuat fundamental perusahaan, bank juga melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional, salah satunya melalui digitalisasi proses.
Anton menjelaskan bahwa upaya untuk meningkatkan efisiensi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah proses bisnis, mulai dari pengajuan kredit hingga proses operasional sehari-hari.
Selain itu, optimalisasi struktur biaya juga menjadi prioritas untuk memastikan bahwa Krom Bank dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Dengan pengelolaan biaya yang lebih efisien, bank berharap dapat meningkatkan margin keuntungan meskipun dengan tingkat risiko yang lebih rendah.
Prinsip Kehati-hatian dan Kepatuhan Terhadap Regulasi
Anton menekankan bahwa meskipun langkah-langkah strategis dilakukan untuk memperkuat posisi bisnis, Krom Bank akan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dalam setiap langkah yang diambil.
Baik dalam melakukan kolaborasi maupun potensi konsolidasi, Krom Bank tetap mengedepankan prinsip prudential yang mengutamakan pengelolaan risiko yang hati-hati.
Bank juga memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak akan melanggar regulasi yang berlaku, termasuk regulasi dari OJK yang mengatur aspek pengendalian dan integrasi sistem dalam dunia perbankan.
Sebagai bagian dari strategi penguatan bisnis, Krom Bank akan terus melakukan evaluasi secara rutin terhadap kinerja keuangan dan kualitas aset agar tetap dapat memenuhi persyaratan regulasi yang ditetapkan oleh OJK.
Prinsip kehati-hatian yang diterapkan oleh bank ini diyakini dapat menjaga kestabilan keuangan bank dalam menghadapi potensi perubahan yang lebih besar di masa depan.
Krom Bank Menuju Penguatan yang Berkelanjutan
Secara keseluruhan, Krom Bank berusaha menghadapinya dengan langkah-langkah strategis yang berfokus pada penguatan bisnis, terutama melalui kolaborasi bisnis dan sinergi strategis dengan berbagai mitra dari sektor fintech dan e-commerce, serta penguatan struktur permodalan dan efisiensi operasional.
Meskipun wacana penghapusan KBMI I dapat menambah tantangan, bank tetap optimis bahwa dengan menjalankan strategi yang tepat, mereka dapat bertumbuh dan menjaga kualitas bisnis yang berkelanjutan di masa depan.
Dengan tetap mematuhi prinsip kehati-hatian dan regulasi yang ada, Krom Bank yakin dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu bank yang kompetitif di Indonesia.