Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi Tebu Menjadi Bioetanol di Malang

Jumat, 17 Juli 2026 | 21:41:01 WIB
Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi Tebu Menjadi Bioetanol di Malang.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan terhadap pemanfaatan komoditas tebu secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Proses tersebut mencakup pengolahan tebu menjadi bahan bakar bioetanol dalam kegiatan panen raya yang berlangsung di Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada hari Jumat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan penjelasan di Jakarta bahwa Lanud Abdulrachman Saleh merupakan model percontohan bagi pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi secara utuh.

Bahan baku tebu yang diproses menjadi bioetanol tersebut diperoleh dari area perkebunan yang dikelola serta dibina oleh pihak TNI Angkatan Udara, termasuk yang berada di dalam kawasan Lanud Abdulrachman Saleh. Untuk proses pengolahannya sendiri dijalankan melalui kerja sama antara PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) serta Pertamina NRE.

"Lanud Abdulrachman Saleh Malang menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain menghasilkan gula, tebu juga diolah menjadi bioetanol, bahan bakar ramah lingkungan, pupuk organik, dan berbagai produk industri bernilai tambah yang mendukung ketahanan energi serta memperkuat industri nasional," kata Prasetyo.

Di samping itu, dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Presiden juga melakukan peninjauan langsung terhadap hasil program pengelolaan lahan pangan nasional. Program ini dijalankan dengan pendampingan dari TNI Angkatan Darat untuk komoditas padi, TNI Angkatan Laut untuk komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Udara untuk komoditas tebu.

Presiden pun berkesempatan melihat secara langsung berbagai produk yang dihasilkan dari proses hilirisasi tebu, seperti produk gula dan bioetanol yang ditampilkan pada stan pameran di lokasi acara.

Prasetyo memaparkan bahwa sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, kontribusi pendampingan dari TNI Angkatan Darat telah menjangkau lahan padi seluas 6,26 juta hektare. Lahan tersebut menghasilkan produksi sekitar 19,2 juta ton beras, yang berkontribusi menyokong 55,24 persen dari total target produksi beras nasional untuk tahun 2026.

Pada komoditas kedelai, pihak TNI Angkatan Laut melakukan pendampingan pada area lahan seluas 2.432 hektare yang memiliki potensi total produksi mencapai 3.676 ton. Sementara itu, jajaran TNI Angkatan Udara mengawal lahan tebu seluas 236.048 hektare dengan potensi hasil produksi sebesar 18,386 juta ton atau setara dengan 1,36 juta ton gula, yang menyumbang 45,05 persen bagi target produksi gula nasional tahun 2026.

Berdasarkan keterangan Prasetyo, pihak pemerintah optimistis bahwa target swasembada pangan nasional dapat segera direalisasikan melalui jalinan sinergi yang kuat antara TNI, jajaran kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), sektor dunia usaha, kaum akademisi, serta para petani.

"Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Saat melaksanakan agenda kunjungan kerja tersebut, Presiden tampak didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, bersama dengan para kepala staf angkatan.

Terkini