JAKARTA - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) memberikan ajakan kepada para pelajar di SMPN 4 Kudus untuk mulai membiasakan pola hidup sehat, menumbuhkan kegemaran belajar, serta membangun atmosfer sekolah yang aman dan steril dari aksi perundungan melalui implementasi tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
"Kami hadir untuk melihat secara langsung bagaimana pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 4 Kudus berjalan dengan baik, lancar, aman, dan menyenangkan, sesuai dengan tujuan MPLS Ramah," kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Hafidz Muksin di Kudus, Jumat.
Seruan tersebut diutarakan oleh Hafidz tatkala menghadiri prosesi penutupan agenda MPLS ramah di SMP Negeri 4 Kudus pada hari Jumat (17/7). Kedatangan dirinya di sana sekaligus bertindak mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah guna memastikan tahapan kegiatan MPLS berjalan aman, nyaman, dan menggembirakan bagi segenap murid baru.
Menurut pandangan Hafidz, masa orientasi atau pengenalan lingkungan sekolah menjadi fase krusial bagi para murid baru untuk melakukan adaptasi dengan iklim belajar yang baru. Fase ini sekaligus menjadi ruang strategis untuk menjalin tali silaturahmi dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta sesama teman seangkatan.
"Ini juga menjadi bagian dari tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yaitu membiasakan bermasyarakat. Anak-anak belajar saling mengenal, bekerja sama, dan membangun kebersamaan," ujarnya.
Hafidz menitikberatkan urgensi pembiasaan pola hidup sehat yang dimulai dari aktivitas ibadah, berolahraga secara teratur, hingga menjaga durasi istirahat dengan beristirahat lebih awal agar kebugaran tubuh tetap terjaga optimal saat menjalani proses belajar di ruang kelas.
Ia juga memberikan catatan pengingat bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban paling utama dari seorang murid. Murid yang tekun belajar nantinya bakal berkembang menjadi sosok individu yang pandai, sehat, serta mempunyai integritas karakter yang kokoh. Di samping itu, iklim literasi wajib terus dipacu lewat rutinitas membaca dan belajar.
Dalam aspek kebahasaan, Hafidz mengimbau para murid untuk mempraktikkan asas Trigatra Bahasa. Poin tersebut meliputi langkah mengutamakan bahasa Indonesia, merawat kelestarian bahasa daerah, serta mendalami penguasaan bahasa asing sebagai modal penting menyongsong era globalisasi.
Dalam momentum itu, seluruh murid baru ikut melafalkan "Ikrar Pelajar" yang memuat komitmen bersama untuk saling mengasihi, menuntut ilmu secara bersungguh-sungguh, membina kerukunan, serta menumbuhkan cinta tanah air. Kemeriahan acara kian terasa saat murid memperagakan "Tepuk Bahagia" dan "Tepuk Semangat" sebagai pemantik motivasi.
Hafidz menggarisbawahi bahwa institusi sekolah wajib bertransformasi menjadi area yang aman serta steril dari segala rupa tindakan kekerasan, tradisi perpeloncoan, maupun aksi perundungan. Hafidz pun turut memantau jalannya agenda senam anak Indonesia hebat yang masuk ke dalam rangkaian program pembiasaan hidup sehat di sekolah.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Kudus Dedi Triaprianto menyampaikan bahwa jalannya MPLS ramah di sekolahnya sudah berlangsung selaras dengan ekspektasi. Total ada sebanyak 277 murid baru yang dikelompokkan ke dalam sembilan rombongan belajar mengikuti aneka program yang telah dikemas agar mereka merasa nyaman dan diakui.
"Alhamdulillah pelaksanaan MPLS berjalan baik dan lancar. Dari hari pertama sampai hari terakhir anak-anak terlihat senang karena kegiatan dibuat bervariasi dan tidak ada tugas yang memberatkan. Kami ingin mereka merasa diterima sehingga betah belajar dan mampu mengembangkan potensinya di sekolah ini," ujarnya.
Dalam rangkaian acara tersebut, pihak Badan Bahasa ikut menyalurkan bantuan buku literasi sebanyak lebih dari 100 eksemplar buku bacaan kepada SMP Negeri 4 Kudus untuk membantu mengoptimalkan gerakan literasi sekolah.