Kemenekraf Pacu Program Strategis Untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:49:32 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya.

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif melipatgandakan kecepatan pelaksanaan program strategis pada paruh kedua tahun 2026 yang berpijak pada nilai ekonomi kerakyatan, keadilan ekonomi, serta kesejahteraan yang dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat luas demi memperkokoh struktur perekonomian nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa komitmen ini hadir sebagai bentuk tindak lanjut atas instruksi Presiden mengenai penguatan fondasi ekonomi berbasis asas kekeluargaan, sekaligus menopang capaian Kabinet Merah Putih yang sudah terukir selama dua tahun perdana.

“Kementerian Ekraf senantiasa menghadirkan program yang memberi kesempatan kolaborasi, konsolidasi, sekaligus akselerasi untuk memastikan ekonomi kreatif tumbuh dan dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai the new engine of growth. Kami akan manfaatkan sebaik mungkin setiap program sehingga memancarkan energi kreativitas yang terus memberi manfaat nyata bagi ekosistem kreatif di Indonesia,” ungkap Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam keterangan yang diterima, Rabu.

Sebagai wujud konkret dalam merespons arahan strategis tersebut, Menteri Riefky menyatakan kesiapan instansinya untuk memacu tiga program unggulan, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia. Rangkaian program tersebut bakal diperkuat melalui fasilitasi bantuan dari pemerintah beserta penguatan kelembagaan di tingkat daerah.

Rasa optimisme Kementerian Ekraf kian diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kenerja impresif dari sektor ekonomi kreatif. Hingga Maret 2026, nilai ekspor ekonomi kreatif berhasil menyumbang angka 11,8 persen dari total ekspor nonmigas nasional, dengan angka realisasi investasi menembus Rp61,33 triliun.

Capaian gemilang ini sukses menjadi mesin penggerak baru dalam membuka lapangan pekerjaan anyar serta mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB).

“Keberhasilan tata kelola ekonomi kreatif di Indonesia bukan diukur dari banyak acara atau program yang diselenggarakan, tetapi dari capaian perubahan nyata yang bisa dirasakan para pegiat ekraf. Ke depan, kami akan tetap menjaga fokus program terhadap kesejahteraan rakyat, memperkuat sinergi, serta memastikan setiap langkah yang dijalani selalu berorientasi pada dampak,” tambah Riefky.

Pada kesempatan sebelumnya, Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026 bersama jajaran Kabinet Merah Putih diselenggarakan guna meninjau ulang kinerja sekaligus mengevaluasi serangkaian tantangan yang telah berhasil dituntaskan.

Beberapa capaian nyata Kabinet Merah Putih di antaranya keberhasilan swasembada 8 komoditas pangan, peresmian Dana Kedaulatan Danantara, penyelesaian pembangunan 1.000 dari target 5.000 jembatan desa, pembukaan 4 Sekolah Unggul Garuda, penuntasan restrukturisasi 250 BUMN, serta berbagai hasil positif lainnya dalam kurun dua tahun pertama.

Terkini