Mentan Amran Dorong Pengusaha Muda Bangun Sektor Pertanian Modern

Mentan Amran Dorong Pengusaha Muda Bangun Sektor Pertanian Modern
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak para pengusaha muda untuk turut serta membangun sektor pertanian modern lewat inovasi, penggunaan teknologi, serta penguatan karakter demi mendongkrak produktivitas dan daya saing bangsa di kancah global.

"Bangunkan lahan tidur, hidupkan pemuda, hidupkan desa. Jadilah teladan. Kalau pertanian dikelola secara modern dan profesional, saya yakin akan lahir semakin banyak pengusaha besar dari sektor pertanian Indonesia," kata Amran dalam pernyataan sebagaimana terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan poin penting tersebut sewaktu menghadiri agenda Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Pengusaha Tani Indonesia (PTI) bertempat di Auditorium Kementerian Pertanian.

Oleh karena itu, Amran mendorong Pengusaha Tani Indonesia agar menjelma sebagai wadah organisasi yang sanggup mencetak pebisnis muda yang tangguh, sekaligus menjadi rujukan keberhasilan ekosistem usaha pertanian modern di tiap-tiap daerah.

Ia mengimbau segenap anggota PTI untuk mengoptimalkan setiap jengkal lahan produktif, mendirikan kawasan percontohan berbasis teknologi modern, serta bertindak sebagai penggerak utama dalam pemberdayaan para petani dan generasi muda di daerahnya masing-masing.

Ia menambahkan pula bahwa Kementerian Pertanian senantiasa siap bersinergi dengan PTI guna mengakselerasi lahirnya wirausahawan muda di bidang pertanian lewat pendampingan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi modern, hingga pengembangan kawasan percontohan di berbagai penjuru wilayah.

Menurut pandangannya, kolaborasi erat antara pihak pemerintah dan organisasi pengusaha muda menjadi salah satu kunci strategis dalam mempercepat regenerasi petani sekaligus memperkuat daya saing pertanian nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Di samping itu, ia mengingatkan bahwasanya pondasi karakter merupakan aset paling mendasar bagi seorang pengusaha. Keberanian saat menghadapi kegagalan, kedisiplinan, kerja keras, dan daya juang pantang menyerah bakal menjadi penentu pembeda antara mereka yang gugur di tengah jalan dengan yang kelak tampil menjadi pengusaha besar.

"Kalau kehilangan uang, Anda tidak kehilangan apa-apa. Kalau kehilangan semangat, Anda kehilangan sesuatu. Tetapi kalau kehilangan karakter, Anda kehilangan segalanya. Karakter itulah yang akan membawa seseorang menjadi pemimpin dan pengusaha yang sukses," katanya.

Ia menggarisbawahi bahwa keberanian dalam menanggung risiko serta menyikapi kegagalan merupakan fondasi utama dari lahirnya deretan pengusaha sukses di Indonesia.

Menurut Amran, tak ada satu pun sosok konglomerat yang muncul tanpa melalui fase jatuh bangun. Maka dari itu, jajaran generasi muda yang berambisi sukses di industri usaha, khususnya ranah pertanian, wajib berani mengambil risiko dan pantang menyerah.

Di hadapan para pengusaha muda serta jajaran mahasiswa, ia menegaskan bahwa kerugian finansial bukanlah titik akhir dari sebuah bisnis, melainkan proses pembelajaran berharga yang membentuk ketangguhan karakter seorang wirausahawan.

"Kalau mau menjadi pengusaha, yang Anda tunggu adalah rugi dulu. Minimal lima sampai sepuluh tahun. Begitu untung, hasilnya bisa berlipat. Siap rugi berarti siap jadi konglomerat," katanya.

Ia juga meluruskan pandangan keliru yang menganggap sektor pertanian tidak menarik bagi anak muda. Ia membuktikan bahwa mayoritas konglomerat di Indonesia justru menumbuhkan pundi-pundi bisnis mereka dari sektor berbasis pertanian, mulai dari komoditas pangan, perkebunan, hingga industri olahan hasil tani.

"Masalahnya bukan di sektor pertaniannya, tetapi pada mindset kami. Hampir 80 persen konglomerat Indonesia bergerak di sektor berbasis pertanian. Artinya, pertanian adalah sektor yang menjanjikan jika dikelola dengan kerja keras, inovasi, dan keberanian mengambil risiko," kata Amran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index