Ekspor Produk Bambu Manggarai Barat ke Polandia

Ekspor Produk Bambu Manggarai Barat ke Polandia
Produk Bambu Manggarai Barat Tembus Pasar Internasional [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma memandang bahwa produk bambu dari Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) yang saat ini telah merambah kancah global layak didorong agar menjadi ikon daerah.

“Saya sangat mengapresiasi kreativitas pemuda-pemudi di Yayasan Bambu Lingkungan Lestari. Perkembangannya luar biasa karena produk bambu dari Manggarai Barat kini sudah dipasarkan hingga ke luar negeri. Ini menjadi kebanggaan bagi NTT,” katanya di Labuan Bajo, Rabu (22/7/2026).

Ia memuji kreativitas kaum muda YBLL yang sukses mengolah bambu lokal menjadi komoditas bernilai jual tinggi serta sanggup menembus pasar internasional. Menurut Johni, pencapaian tersebut membuktikan bahwa potensi sumber daya setempat dapat berkembang menjadi produk berdaya saing global apabila dikelola secara profesional, mengutamakan mutu, serta diiringi inovasi.

 Ia memotivasi agar upaya promosi produk bambu asal NTT terus digencarkan sehingga mampu memperluas jangkauan pasar, dengan tetap mempertahankan kualitas, estetika, serta kekuatan produk sebagai daya tarik utama. 

Johni berpendapat keberhasilan YBLL ini bisa memicu inspirasi bagi para pelaku usaha serta generasi muda di wilayahnya dalam mengoptimalkan potensi lokal guna mengerek perekonomian masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, ia turut menyampaikan harapan agar NTT dapat dicitrakan sebagai daerah yang lekat dengan nuansa rumah bambu, serupa dengan Manado yang identik lewat ciri khas rumah kayunya. Menurutnya, melimpahnya stok bambu merupakan potensi besar yang dapat dimanfaatkan sebagai penanda identitas daerah sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan.

"Kami memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Jika dikelola dengan baik, dijaga kualitasnya, dan dipromosikan secara luas, bambu NTT akan semakin dikenal di pasar dunia," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa jajaran pemerintah daerah bakal terus berkomitmen mengawal pengembangan produk unggulan berbasis kekayaan lokal demi meningkatkan daya saing daerah, menciptakan lapangan usaha, serta meluaskan akses pasar baik domestik maupun internasional.

Project Officer Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), Septiani Solfriyansi Maro, menerangkan bahwa komoditas bambu asal Manggarai Barat sukses menembus pasaran global melalui rute ekspor ke Polandia.

"Sebanyak kurang lebih 15 ribu batang bambu telah kami kirim ke Polandia untuk pembangunan rumah khas NTT. Sebelum diekspor, bambu diawetkan terlebih dahulu di Manggarai Barat, kemudian dikirim ke Bali untuk menjalani proses karantina sebelum diberangkatkan ke Polandia. Setelah tiba di sana, bambu kembali mendapatkan treatment sesuai standar negara tujuan," jelas Septiani.

Di samping kegiatan ekspor, YBLL juga aktif memenuhi berbagai pesanan domestik, mulai dari kebutuhan industri perhotelan, PT Haldin, hingga Pamudi Luhur Jakarta yang memesan bermacam jenis perabot furnitur dari material bambu.

"Nilai omzet usaha kami saat ini hampir mencapai Rp600 juta," tambahnya.

Septiani menguraikan bahwa bambu yang diambil dari perkampungan di Manggarai Barat terlebih dulu melalui proses penyortiran sebelum dipotong sesuai ukuran spesifik dengan panjang kurang lebih 2,6 meter. Seluruh pasokan bambu dibeli secara langsung dari warga sehingga turut mendatangkan nilai tambah bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index