Strategi Baru Arema FC Usai Iwan Budianto Kembali Turun Gunung

Rabu, 22 Juli 2026 | 04:34:31 WIB
Iwan Budianto Kembali, Arema FC Rombak Skuad Demi Bersaing [FOTO: NET].

JAKARTA - Wajah anyar Arema FC pada musim 2026-2027 tidak sekadar tampak dari jajaran pemain yang mengisi skuad. Di balik transformasi susunan tim dan lonjakan kualitas pemain, tersimpan satu langkah krusial yang menjadi esensi strategi klub demi kembali meramaikan papan atas sepak bola nasional. 

Langkah tersebut adalah kembalinya Iwan Budianto untuk aktif kembali dalam proses pembentukan tim jelang mengarungi musim kompetisi baru.

Walaupun sempat memicu pelbagai spekulasi di ruang publik, pihak manajemen Arema FC menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah tindakan reaktif ataupun respons darurat semata. Sebaliknya, seluruh proses ini telah dirancang sebagai bagian dari cetak biru jangka panjang yang disusun pasca Tragedi Kanjuruhan. 

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, memaparkan bahwa manajemen telah merumuskan roadmap pemulihan klub sejak beberapa tahun belakangan. Tiga musim awal dipatok untuk memulihkan fondasi klub secara menyeluruh, sementara musim 2026-2027 dicanangkan sebagai fase kebangkitan agar Arema FC kembali memiliki daya saing tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan.

"Jadi kembalinya Pak IB bukan keputusan yang muncul tiba-tiba. Memang sejak awal sudah menjadi bagian dari rencana empat tahun yang kami susun," ujar pria yang akrab disapa Inal itu kepada jurnalis, termasuk Kompas.com. "Karena kebutuhan tim, anggaran pemain, dan berbagai kebutuhan klub meningkat, memang sudah direncanakan bahwa Pak IB akan kembali turun langsung pada fase ini," imbuhnya.

Terlibat Aktif dalam Pembangunan Tim, Bukan Sekadar Simbol Alhasil, keterlibatan Iwan Budianto saat ini tidak terbatas pada tataran kebijakan strategis belaka. Ia turut terjun langsung mengawal proses perumusan komposisi tim musim ini, mulai dari memetakan kebutuhan klub hingga mengeksekusi perekrutan pemain. 

Intensitas komunikasi antara jajaran manajemen dan tim pelatih pun terjalin jauh lebih erat ketimbang musim-musim sebelumnya. Kondisi ini membuat proses penyusunan kerangka tim bergerak lebih cepat, sehingga staf pelatih mempunyai rentang waktu persiapan yang jauh lebih ideal menjelang bergulirnya Super League 2026-2027.

"Banyak yang berasumsi macam-macam ketika Pak IB kembali aktif. Padahal semua itu sudah sesuai rencana," kata Yusrinal Fitriandi. "Kami memang membutuhkan bantuan Pak IB dan beliau juga berkomitmen penuh. Selama ini pun sebenarnya Pak IB tidak pernah benar-benar meninggalkan Arema," sambungnya.

Menyongsong musim anyar, Arema FC menempuh pendekatan berbeda dalam meracik kekuatan skuad. Manajemen tidak hanya berfokus menambah kuantitas pemain, melainkan menitikberatkan peningkatan kualitas di setiap lini agar tensi persaingan internal berjalan makin sehat. Saat ini, Singo Edan resmi diperkuat oleh 34 pemain, di mana 10 orang di antaranya merupakan wajah-wajah baru.

 Komposisi tersebut mencakup empat pemain asing, enam pemain lokal, serta beberapa nama muda yang dipromosikan dari akademi klub. Sebagai langkah evaluasi, sebanyak 16 pemain dari musim lalu resmi dilepas. Kebijakan ini ditempuh agar setiap posisi memiliki kedalaman skuad yang merata sekaligus memberikan keleluasaan penuh bagi pelatih meramu taktik sepanjang musim.

Kehadiran Iwan Budianto Dongkrak Motivasi Pemain Dampak dari perombakan yang digagas manajemen klub berjuluk Singo Edan ini turut dirasakan langsung oleh para pemain. 

Sosok senior seperti Dendi Santoso menilai bahwa kembalinya Iwan Budianto menyuntikkan energi positif bagi seluruh anggota skuad, terutama para rekrutan gres. Perhatian nyata dari manajemen dipandang sebagai indikator kuat atas keseriusan klub dalam membentuk tim yang kompetitif.

"Tentu sangat membantu tim. Bagi pemain-pemain baru, terutama pemain lokal, keberadaan Pak IB memberikan motivasi tersendiri," ujar pemain bernomor punggung 41 tersebut. "Saya juga sangat mengapresiasi perhatian yang diberikan manajemen. Tidak semua pemain memiliki kesempatan merasakan dukungan seperti ini," imbuhnya.

Sentimen serupa diutarakan oleh gelandang muda anyar, Robi Darwis. Ia memandang keseriusan manajemen sebagai pelecut semangat tambahan untuk beradaptasi dengan cepat dan mendedikasi kontribusi terbaiknya. "Karena itu saya ingin membalas kepercayaan tersebut dengan memberikan yang terbaik untuk Arema dan membantu tim mencapai target yang sudah ditetapkan," pungkas mantan pilar Persib Bandung itu.

Terkini