Kamitetep Bikin Kulit Gatal? Kenali Ciri dan Cara Mengusirnya

Rabu, 22 Juli 2026 | 05:48:01 WIB
Ilustrasi Kamitetep.

JAKARTA - Serangga berukuran kecil bernama kamitetep sering kali ditemukan menempel di bagian dinding, langit-langit rumah, hingga sela-sela lemari pakaian.

Meskipun wujudnya mungil dan tampak sekadar menyerupai serpihan debu atau kantung kecil, hewan ini kerap dikeluhkan karena memicu gatal pada kulit.

Terutama bagi individu yang memiliki tingkat sensitivitas kulit tinggi, kontak dengan serangga ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang cukup mengganggu.

Sebagian masyarakat kerap menyangka bahwa kamitetep merupakan jenis ulat biasa atau kepompong dari metamorfosis kupu-kupu.

Padahal, secara biologis kamitetep sebenarnya merupakan fase larva dari ngengat kantung atau yang dikenal sebagai bagworm moth.

Larva tersebut hidup di dalam kantung pelindung mungil yang dirakit dari tumpukan debu, serat kain, rambut, hingga serpihan daun kering.

Dosen Departemen Biologi FMIPA Universitas Indonesia (UI), Ratna Yuniati, menjelaskan bahwa sentuhan langsung dengan kamitetep memang dapat memicu reaksi fisik pada kulit manusia.

"Tanda pada kulit jika sudah terkena kamitetep adalah bisa berupa ruam atau bintik kemerahan yang terasa gatal," ujar Ratna dikutip dari Website resmi UI.

Bagi pemilik kulit sensitif, gejala yang timbul bahkan berpotensi lebih berat, mulai dari iritasi ringan, pembengkakan, hingga reaksi alergi lanjutan.

Meski demikian, keluhan kesehatan tersebut umumnya dapat mereda dengan sendirinya dalam rentang waktu sekitar tiga hingga tujuh hari ke depan.

Apabila rasa gatal dirasa semakin parah, memunculkan lepuhan, atau disertai tanda infeksi seperti nanah, masyarakat dianjurkan segera menemui dokter.

Terkini