Jalan Kaki 15 Menit Setelah Makan Siang Sangat Baik bagi Jantung Anda

Rabu, 22 Juli 2026 | 06:08:56 WIB
Ilustrasi Jalan Kaki.

JAKARTA - Jalan kaki selama 10 hingga 15 menit sesudah makan siang ternyata menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang ampuh menjaga kesehatan organ jantung.

Selain mudah diterapkan, aktivitas fisik ini turut melancarkan sirkulasi darah, mengendalikan kadar gula darah, hingga meredakan tekanan stres yang acap kali melonjak pada sore hari.

Kardiolog sekaligus Medical Director Abbott, Dr. Nadim Geloo menyampaikan, berjalan kaki pascamakan siang memberikan dampak positif langsung bagi sistem kardiovaskular, utamanya bagi pekerja yang banyak menghabiskan waktu duduk.

Duduk terlalu lama dapat menyebabkan aliran darah melambat. Geloo memaparkan, duduk berjam-jam dari siang sampai sore hari membuat darah mengendap di area tungkai bawah akibat gravitasi.

Kondisi tersebut membikin sirkulasi darah melambat dan dinding pembuluh darah menjadi lebih kaku untuk sementara waktu.

"Berjalan cepat selama 10 hingga 15 menit sesaat setelah makan siang adalah salah satu kebiasaan terbaik untuk kesehatan jantung,” kata dia, seperti dikutip Men’s Journal.

“Saat kamu duduk berjam-jam di sore hari, darah akan berkumpul di tungkai bawah sehingga aliran darah melambat. Berjalan kaki membantu otot betis memompa darah kembali ke jantung dan memulihkan fungsi pembuluh darah agar tetap sehat dan lentur," tambah Geloo.

Dengan bergerak sejenak, otot kaki bertindak sebagai pompa alami yang mengembalikan kelancaran sirkulasi darah ke seluruh tubuh tanpa membebani kerja jantung.

Kelebihan lain dari jalan kaki pascamakan adalah membantu mengontrol lonjakan gula darah. Usai makan, kadar glukosa darah akan naik secara alami sebagai bagian dari metabolisme pencernaan.

Apabila seseorang langsung berdiam diri atau duduk, kadar gula darah cenderung tertahan lebih lama di aliran darah sehingga menekan pembuluh darah.

Geloo menerangkan, berjalan kaki membuat otot rangka memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi sehingga level gula darah berangsur turun lebih cepat.

"Berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit setelah makan membuat otot mengambil glukosa langsung dari aliran darah sebagai bahan bakar. Hal ini membantu menurunkan lonjakan insulin setelah makan sekaligus melindungi kesehatan pembuluh darah," jelasnya.

Sore hari juga kerap menjadi titik puncak tekanan pekerjaan. Rapat harian hingga tenggat waktu pekerjaan memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.

Kedua jenis hormon tersebut meningkatkan frekuensi denyut jantung sekaligus menyempitkan pembuluh darah, yang berujung pada meningkatnya beban kerja jantung.

Geloo menuturkan, berjalan kaki di luar ruangan pada sore hari membantu merangsang sistem saraf parasimpatis agar tubuh kembali rileks.

"Berjalan kaki pada sore hari, terutama di luar ruangan dengan paparan cahaya alami, membantu menurunkan detak jantung dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah," tuturnya.

Ia mengimbuhkan, beragam riset medis membuktikan manfaat berjalan kaki bagi kebugaran jantung. Salah satunya mencatat bahwa orang yang melangkah sekitar 7.000 langkah per hari memiliki risiko penyakit kardiovaskular 25 persen lebih rendah.

Selain itu, angka risiko kematian akibat berbagai penyebab juga 47 persen lebih rendah dibanding mereka yang hanya melangkah sekitar 2.000 langkah sehari.

Oleh sebab itu, membiasakan diri berjalan kaki singkat usai makan siang merupakan langkah preventif sederhana untuk merawat jantung sekaligus menjaga stamina tubuh.

Terkini