Momen Hari Anak Nasional 2026 Menjadi Pengingat Pemenuhan Hak Hak Anak

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:47:32 WIB
Ilustrasi Anak Sedang Di asuh Orang Tuanya.

JAKARTA - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap 23 Juli menjadi momen krusial untuk memaknai pemenuhan hak anak secara lebih utuh.

Anggota ECED Council Indonesia, Gutama, menjelaskan bahwa hak anak mencakup lingkungan yang aman, pengasuhan penuh kasih, serta kesempatan bermain.

Perubahan sosial saat ini menghadirkan tantangan baru bagi tumbuh kembang anak akibat tingginya mobilitas serta kesibukan orang tua bekerja.

Kondisi tersebut menyebabkan waktu kebersamaan dalam keluarga semakin terbatas dan mengikis ruang interaksi yang hangat bagi anak.

"Anak tetap membutuhkan lingkungan yang aman, relasi yang hangat, dan kehadiran orang dewasa yang responsif. Itulah fondasi utama agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," terangnya.

Gutama menilai tantangan terbesar saat ini adalah krisis kehadiran emosional orang dewasa di tengah kehidupan modern yang berjalan serba cepat.

Interaksi yang minim berisiko mengganggu perkembangan psikologis serta menurunkan rasa percaya diri anak dalam mengelola emosi.

"Yang dibutuhkan anak bukan sekadar orang dewasa yang berada di dekatnya, tetapi orang dewasa yang benar-benar hadir. Artinya, mendengarkan, merespons, dan membuat anak merasa aman," ucap Gutama.

Pengasuhan anak juga tidak bisa dibebankan kepada orang tua semata, melainkan butuh dukungan ekosistem dari sekolah hingga kebijakan tempat kerja.

Selain itu, hak anak untuk menikmati masa kecil melalui kegiatan bermain juga harus tetap dipenuhi secara seimbang.

"Bermain bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang. Bermain adalah cara anak belajar bekerja sama, menyelesaikan konflik, membangun kreativitas, hingga memahami perasaan orang lain," jelasnya.

Gutama mengingatkan bahwa persiapan menuju Indonesia Emas harus dimulai dari pemenuhan hak dan masa kecil yang utuh bagi setiap anak.

"Yang perlu kami bangun bukan hanya layanan untuk anak, tetapi pengalaman masa kecil yang utuh, ada ruang bermain, relasi yang sehat, dan orang dewasa yang benar-benar hadir dalam kehidupan mereka," terang Gutama.

"Generasi Emas Indonesia tidak dibangun ketika anak tumbuh dewasa. Generasi itu dibangun sejak mereka memperoleh masa kecil yang utuh, aman, dan penuh kasih sayang," ujar Gutama.

Terkini