JAKARTA - Timnas Malaysia diterpa isu tak sedap di luar lapangan menjelang pertandingan kedua Grup B ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026 kontra Laos.
Di tengah persiapan skuad menghadapi Laos di Stadion Sepak Bola Kuala Lumpur, Cheras, muncul seruan boikot terhadap seluruh laga Harimau Malaya dari kelompok suporter Ultras Malaya.
Aksi protes ini menyeruak usai timnas Malaysia memetik kemenangan 2-1 atas Myanmar di Stadion Thuwunna, Yangon, sedangkan Laos menelan kekalahan telak 0-5 dari Thailand.
Melalui akun resminya di platform X, Ultras Malaya mengajak para pendukung untuk mengosongkan tribun stadion sebagai bentuk protes atas polemik isu naturalisasi di sepak bola Malaysia.
Dalam peryataan resminya, kelompok suporter tersebut mempertanyakan apakah dukungan kepada tim nasional sepatutnya terus dimanfaatkan dengan alasan demi kepentingan negara.
Mereka menyerukan pengosongan stadion tidak hanya dilakukan oleh elemen suporter, melainkan juga melibatkan pemain, klub, media, hingga pemangku kepentingan sepak bola Malaysia.
Ultras Malaya juga menegaskan agar harga diri sepak bola Malaysia tidak dikomersialisasi atau diperdagangkan dengan dalih nasionalisme semata.
Kendati demikian, muncul narasi balasan dari sejumlah pihak yang mengajak publik untuk terus mengalirkan dukungan moral bagi tim nasional.
Media setempat menilai laga menghadapi Laos menjadi momentum vital bagi Harimau Malaya untuk menjaga tren positif sekaligus memperkokoh posisi di papan klasemen Grup B.
"Tim nasional membutuhkan energi positif dari para pendukung, terutama setelah sepak bola Malaysia melewati berbagai persoalan dalam beberapa waktu terakhir," tulis Wan Adam di artikel tersebut.
Kehadiran publik di tribun dinilai mampu menciptakan atmosfer bertekanan tinggi bagi lawan serta memberikan suntikan motivasi tambahan bagi pemain di momen krusial.
Pemain bertahan timnas Malaysia, V. Ruventhiran, turut mengimbau para pendukung untuk tetap hadir meramaikan tribun demi membakar semangat Harimau Malaya.
"Saya mengajak semua orang kembali ke stadion untuk mendukung Harimau Malaya karena ini tentang marwah negara. Mari kami bersatu dan bekerja demi negara kami," kata Ruventhiran.
Menurutnya, kehadiran pendukung memiliki makna emosional yang sangat dalam bagi para penggawa yang bertarung membawa bendera Malaysia di arena internasional.
Pihak penyelenggara memperkirakan sekitar 15.000 suporter tetap akan memadati Stadion Kuala Lumpur yang berkapasitas maksimal 18.000 penonton tersebut.