Produksi Bijih Timah TINS Tembus 12232 Ton pada Semester I 2026

Rabu, 29 Juli 2026 | 04:49:01 WIB
Ilustrasi Karyawan PT Timah (Persero) Tbk (TINS) Sedang Mengecek Hasil Timah.

JAKARTA - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) berhasil mencetak lonjakan kinerja produksi bijih timah hingga menyentuh angka 12.232 ton Sn sepanjang paruh pertama 2026.

Capaian operasional tersebut melambung tinggi 75 persen apabila dibandingkan dengan perolehan pada periode sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 6.997 ton Sn.

Pertumbuhan tajam ini didorong oleh langkah penambahan unit operasional serta peningkatan produktivitas pada armada kapal isap, ponton isap, hingga kemitraan tambang darat.

"Kinerja operasional tersebut juga didukung oleh berbagai langkah optimalisasi yang dilakukan secara konsisten. Pada penambangan darat, Perseroan meningkatkan jumlah unit operasi serta memperkuat kegiatan eksplorasi melalui pelaksanaan bor pandu guna memastikan arah penggalian yang lebih presisi dan sesuai dengan blok rencana kerja yang telah ditetapkan," ujar Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro melalui keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).

Pada lini penambangan laut, perseroan memaksimalkan kinerja armada kapal, pengoperasian Kapal Keruk Singkep 1, serta pemanfaatan sisa hasil pengolahan guna mendongkrak efektivitas.

Kelancaran produksi juga ditopang oleh pengetatan sistem pengamanan di area izin usaha pertambangan dengan bantuan satuan tugas dari pemerintah pusat.

Seirama dengan hasil bijih, volume produksi logam timah turut terangkat 58 persen menjadi 10.865 metrik ton Sn dibandingkan capaian semester I 2025 yang berada di angka 6.870 metrik ton Sn.

Sisi komersial mencatat angka penjualan logam yang melesat 85 persen mencapai 10.984 metrik ton berkat efisiensi pengelolaan stok guna memenuhi lonjakan permintaan pasar.

Rata-rata harga jual logam timah berada di level US$49.794 per metrik ton, atau menanjak 52 persen dari tahun lalu seiring tren positif harga pasar dunia.

Pasar ekspor menyerap 97 persen dari total penjualan perseroan, dengan tujuan utama meliputi negara Cina sebesar 36 persen, India 12 persen, Korea Selatan 11 persen, Singapura 6 persen, Belanda 5 persen, serta Italia 5 persen.

"Komposisi penjualan tersebut menunjukkan tetap kuatnya daya saing produk timah Perseroan di pasar internasional serta kepercayaan pelanggan global terhadap kualitas produk dan keandalan pasokan Perseroan," kata Restu.

Manajemen TINS optimistis tren pertumbuhan ini berlanjut pada paruh kedua tahun ini seiring maraknya kebutuhan komponen semikonduktor, kendaraan listrik, hingga pusat data kecerdasan buatan.

Guna menjaga kesinambungan usaha jangka panjang, perseroan terus menggelar eksplorasi darat dan laut dengan torehan cadangan mineral mencapai 312.000 ton serta sumber daya sebesar 798.000 ton.

Terkini