Presiden Tiba di Pekanbaru, Pimpin Rapat Penanganan Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:13:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyimak penjelasan pihak BNBP saat memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendarat di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Senin, guna memantau secara langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memastikan upaya penanggulangan berjalan terkoordinasi dan responsif.

Melalui tayangan resmi Sekretariat Presiden yang dipantau daring di Jakarta, Senin, Presiden Prabowo sampai di Lanud Roesmin Nurjadin sekitar pukul 10.50 WIB. Kedatangannya disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Kepala Negara lantas mengendarai kendaraan taktis buatan dalam negeri Maung MV3 menuju area gedung Lanud Roesmin Nurjadin untuk menghadiri agenda rapat penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Kota Pekanbaru.

Jalannya rapat dibuka oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pada kesempatan pembuka tersebut, Teddy mengutarakan bahwa rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau dihadiri jajaran menteri, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), beserta jajaran pimpinan daerah dan pejabat berwenang di Riau.

Di samping itu, agenda ini turut dihadiri para perwakilan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta jajaran instansi terkait lainnya.

Pada sesi rapat, pembahasan diawali lewat paparan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) daerah Provinsi Riau mengenai gambaran situasi dan penanggulangan karhutla di wilayah setempat.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Riau ini menjadi bagian dari rangkaian pemantauan penanganan karhutla di wilayah Sumatera, usai sebelumnya meninjau penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Pemerintah menetapkan Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan sebagai area prioritas penanganan karhutla di Pulau Sumatera.

BNPB sendiri sebelumnya telah menetapkan enam provinsi prioritas penanggulangan karhutla, meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Barat.

Langkah penanganan dilaksanakan melalui kombinasi operasi darat dan udara, termasuk kegiatan patroli, penerapan operasi modifikasi cuaca, hingga pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing.

Terkini