TRENENERGI.COM — Proton Savvy jadi salah satu city car Malaysia yang pernah dijual di Indonesia dengan kombinasi tak biasa: mesin Renault dan sasis racikan insinyur Lotus. Mobil ini sempat meraih gelar Best City Car di Indonesian Car of the Year 2007 sebelum produksinya dihentikan pada 2011.
Proton Savvy dipasarkan di Indonesia lewat PT Proton Edar Indonesia (PEI) dengan dua pilihan transmisi, manual dan Automated Manual Transmission (AMT). City car lima pintu ini mengusung desain rancangan sendiri, termasuk kap mesin bergaya clamshell yang jadi ciri khasnya.
Yang membuat Savvy berbeda dari kebanyakan mobil sekelasnya pada masa itu tersimpan di balik kap mesin. Proton membekalinya dengan mesin D4F berkapasitas 1.2 liter, konfigurasi empat silinder 16 katup, bertenaga 75 dk dan torsi 105 Nm.
Mesin Renault yang Sudah Teruji
Mesin D4F bukan unit eksperimen. Pabrikan Prancis Renault lebih dulu memakainya untuk mengisi ruang mesin Clio generasi kedua dan Twingo. Transmisi manual lima percepatannya pun dipinjam langsung dari Clio.
Beberapa bulan setelah peluncuran, Proton menambah varian bertransmisi AMT Magneti Marelli Quickshift 5. Mesin D4F sendiri sudah dipakai berbagai model Renault dan Dacia sejak awal era 2000-an, jadi risikonya relatif terukur.
Kenapa Proton Pakai Mesin Pihak Ketiga
Keputusan memakai mesin Renault berakar pada sejarah panjang Proton bersama pemasok teknologi asing. Sejak berdiri pada 1983, pabrikan Malaysia itu mengandalkan Mitsubishi sebagai pemasok teknologi.
Proton kemudian beralih menggandeng PSA, induk Peugeot dan Citroën, lewat kesepakatan transfer teknologi. Hasilnya Proton Tiara yang meluncur pada 1996 sebagai Citroën AX dengan sentuhan ulang bermesin 1.1 liter TU. Tiara berhenti diproduksi pada 2000 dengan catatan penjualan jauh dari harapan.
Kerja sama dengan PSA ikut berakhir, dan Proton pun tanpa pijakan di segmen mobil kecil. Pengembangan penerusnya berjalan dengan kode internal Tiara Replacement Model (TRM). Bodi dan platform digarap sendiri, sementara urusan dapur pacu diserahkan ke pemasok luar yang sudah teruji di pasar Eropa. Langkah ini memangkas ongkos dan waktu pengembangan mesin baru yang menuntut biaya riset besar.
Sentuhan Lotus di Kaki-Kaki
Jejak Eropa di Savvy tidak berhenti pada mesin. Sasisnya mendapat penanganan para insinyur Lotus di Hethel, Inggris, yang saat itu berada di bawah kendali Proton.
Jejak Renault juga terbaca di kabin lewat penempatan tuas transmisi mundur di posisi kiri atas, lengkap dengan cincin pengunci. Pola itu lazim dipakai mobil-mobil Eropa sejak pertengahan tahun 1990-an.
Kiprah Singkat di Indonesia
Pada masanya, Savvy bersaing dengan Suzuki Karimun Estilo, Hyundai AtoZ, Daihatsu Sirion, dan KIA Picanto. Mobil ini sempat menyabet gelar Best City Car di ajang Indonesian Car of the Year 2007.
Eksistensinya di Tanah Air tak berlangsung lama. Produksi Savvy dihentikan pada 2011, seiring penjualannya di Malaysia yang tergerus Perodua Myvi.