9 Bahan Makanan yang Sebaiknya Tak Disimpan di Kulkas

9 Bahan Makanan yang Sebaiknya Tak Disimpan di Kulkas

TRENENERGI.COM — Kulkas memang jadi andalan untuk bikin bahan makanan lebih tahan lama, tapi tidak semua bahan cocok disimpan di suhu dingin. Sejumlah makanan justru berubah rasa, tekstur, bahkan kualitasnya kalau terlalu lama berada di dalam kulkas.

Kebiasaan buruk yang sering tanpa sadar dilakukan: begitu belanja bulanan datang, semua bahan langsung dimasukkan ke kulkas. Padahal, suhu dingin dan lembap di dalam kulkas bisa mempercepat kerusakan pada beberapa jenis makanan tertentu.

Alih-alih awet, bahan-bahan ini malah berubah rasa dan tekstur. Berikut daftar makanan yang lebih baik disimpan di suhu ruang, dihimpun dari berbagai sumber.

1. Kentang dan Ubi

Suhu dingin memengaruhi pati pada kentang dan mengubahnya menjadi gula dalam jumlah lebih tinggi. Efeknya, kentang jadi terasa lebih manis dan teksturnya berubah saat dimasak.

Simpan kentang dan ubi di tempat sejuk, gelap, dan bersirkulasi udara baik. Hindari wadah yang terlalu tertutup atau tempat yang kena sinar matahari langsung.

2. Bawang Merah, Bawang Putih, dan Bawang Bombai

Lingkungan lembap di kulkas bikin bawang lebih mudah berjamur, bertunas, atau lembek. Bawang utuh sebaiknya ditaruh di tempat kering dengan ventilasi baik, misalnya keranjang terbuka.

Pengecualian berlaku untuk bawang yang sudah dikupas atau dipotong. Jenis ini boleh disimpan di kulkas dalam wadah tertutup.

3. Tomat

Tomat sering jadi korban kebiasaan "semua masuk kulkas". Suhu dingin mengganggu struktur sel tomat, sehingga teksturnya jadi lembek dan rasanya berkurang.

Tomat segar yang belum terlalu matang lebih baik disimpan di suhu ruang, jauh dari sinar matahari langsung. Konsumsi begitu sudah matang.

4. Pisang

Pisang mentah yang langsung masuk kulkas akan terhambat proses pematangannya. Kulitnya juga berubah lebih gelap atau menghitam.

Biarkan pisang belum matang di suhu ruang sampai tingkat kematangan yang diinginkan.

5. Alpukat Mentah

Sama seperti pisang, alpukat mentah butuh proses pematangan. Kulkas memperlambat proses itu sehingga buah tetap keras lebih lama.

Letakkan alpukat mentah di suhu ruang. Setelah matang, baru pindahkan ke kulkas kalau belum ingin segera dikonsumsi.

6. Madu

Menyimpan madu di kulkas bukan cara tepat membuatnya lebih awet. Suhu dingin membuat madu lebih kental dan mempercepat kristalisasi.

Madu mengkristal tidak selalu berarti rusak, hanya teksturnya jadi lebih padat dan sulit digunakan. Cukup simpan madu di suhu ruang dalam wadah tertutup rapat, jauh dari panas dan sinar matahari.

7. Roti

Kulkas bukan tempat terbaik untuk mempertahankan tekstur roti. Suhu dingin mempercepat retrogradation atau perubahan pati, sehingga roti lebih cepat kering, keras, dan kehilangan kelembutannya.

Kalau ingin menyimpan roti lebih lama, pembekuan (freezing) jadi pilihan yang lebih tepat dibanding bagian pendingin kulkas.

8. Biji dan Bubuk Kopi

Kopi mudah menyerap aroma dari bahan makanan lain di sekitarnya. Perubahan suhu saat kopi dikeluarkan dan dimasukkan kembali ke kulkas juga memicu kondensasi yang memengaruhi kualitasnya.

Simpan kopi dalam wadah kedap udara di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya.

9. Bawang Utuh

Bawang yang masih utuh berbeda kondisi penyimpanannya dengan bawang yang sudah dipotong. Bawang utuh lebih baik disimpan di tempat kering dengan sirkulasi udara baik daripada di kulkas.

Kelembapan berlebih di kulkas membuat bawang lebih cepat berubah tekstur dan berjamur. Sementara bawang yang sudah dipotong sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup di kulkas dan segera digunakan.

Pada intinya, kulkas bukan tempat universal untuk semua bahan makanan. Kenali karakter tiap bahan supaya rasa, tekstur, dan kualitasnya tetap terjaga sampai waktu dikonsumsi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index