Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026, De la Fuente Puji Skuadnya

Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026, De la Fuente Puji Skuadnya
Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente. [Foto: via thetimes.com]

JAKARTA - Juru taktik Timnas Spanyol Luis de la Fuente merasa bangga terhadap performa anak-anak asuhannya yang berhasil memenangi Piala Dunia 2026 seusai menumbangkan Timnas Argentina 1-0 di laga puncak di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (19/7/2026) waktu setempat.

"Saya merasa sangat bangga dengan generasi pesepakbola ini yang telah tumbuh bersama gagasan tersebut, menyempurnakannya, serta memberikan contoh tentang sebuah kelompok, sebuah keluarga," ujar De la Fuente, dikutip dari laman resmi FIFA, Senin (20/7/2026).

Di pertandingan puncak tersebut, Spanyol berhasil menyegel trofi kedua Piala Dunia mereka sepanjang sejarah setelah sebelumnya sempat diraih pada edisi 2010 lalu.

De la Fuente memaparkan bahwa skuad didikannya diisi oleh deretan talenta yang sangat luar biasa dan menjadi sebuah kehormatan tersendiri baginya untuk bisa mengawal jalan cerita yang hebat itu.

"Saya merasa sangat emosional saat menengok kembali ke belakang. Kami telah banyak berbicara dengan para pemain. Kami telah memenangkan segalanya, dan itu sungguh luar biasa. Mereka adalah generasi pesepak bola yang menjadi kebanggaan Spanyol. Bersama-sama, kami lebih kuat," ungkap De La Fuente.

Spanyol bermain menekan semenjak menit awal di laga ini, namun sejumlah peluang yang didapatkan oleh Lamine Yamal dan kawan-kawan masih belum bisa dikonversi menjadi gol.

Di kubu lawan, Argentina tampak kesulitan mengembangkan permainan pada laga final ini karena tidak bisa berbuat banyak, bahkan Lionel Messi beserta kolega sama sekali tidak mampu melayangkan satu pun tembakan tepat ke arah gawang.

Gol penentu keunggulan Spanyol baru hadir tatkala laga bergulir ke babak perpanjangan waktu kedua melalui sepakan Ferran Torres yang memanfaatkan operan sundulan dari Nico Williams.

De la Fuente mengimbuhkan bahwa Spanyol sejatinya berpeluang memastikan keunggulan di waktu normal, namun performa apik penjaga gawang Argentina Emiliano Martinez sukses membedakan situasi.

"Penyelamatan gemilang Dibu (Emi Martinez) mencegah kami menang lebih awal, tetapi itu adalah final Piala Dunia dan, bahkan dengan sepuluh pemain di pengujung laga, Anda harus menderita," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index