JAKARTA - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang berjanji untuk terus mengawal jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan pengunduran diri Nanik sebagai Kepala BGN disampaikan melalui akun media sosial pribadinya pada hari Rabu karena faktor kesehatan.
Nanik menekankan pemahamannya bahwa Program MBG dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto murni sebagai langkah intervensi gizi anak demi mencetak generasi emas serta menjaga kesehatan, bukan sekadar kepentingan politis seperti dugaan beberapa pihak.
"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD, tiga tahun lagi 2029, mereka belum nyoblos. Jadi, kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029, mohon diluruskan pemikiran itu agar kami bersama-sama bisa menerima Program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kami," ujar Nanik sebagaimana dikutip dari media sosial resmi Facebook miliknya di Jakarta, Rabu.
Ia juga menyebutkan bahwa efek pengganda dari Program MBG mampu mendorong perekonomian akar rumput melalui tingginya penyerapan hasil panen petani dan peternak lokal.
"Terbukti kemarin tiga minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh," katanya.
Nanik memaparkan, walaupun masa jabatannya sebagai Kepala BGN belum genap dua bulan, berbagai landasan penting untuk penyempurnaan Program MBG telah ditetapkan, di antaranya pergantian pejabat eselon 1 di internal BGN.
Pada saat yang sama, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan turut membenarkan kabar mundurnya Nanik dari posisi Kepala BGN akibat masalah kesehatan.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Yuza.
Yuza menambahkan, selama kurun waktu kurang lebih satu setengah bulan memimpin instansi tersebut, Nanik telah membedah ragam kendala dan membangun pilar-pilar reformasi kelembagaan.
Serangkaian tindakan yang dieksekusi Nanik mencakup evaluasi terhadap nyaris 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengklasifikasian 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, serta penghentian penambahan dapur baru di kawasan yang sudah jenuh.
Sebelumnya, pada hari Selasa (21/7), Pelaksana Harian Kepala BGN Agustina Arumsari telah memperkenalkan lima sosok pejabat eselon 1 baru yang akan menggantikan posisi sebelumnya demi kelancaran tata kelola Program MBG.
"Kemarin sore kami menerima keputusan yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto mengenai pengangkatan para deputi di lingkungan BGN. Tentu kami sangat senang karena BGN membutuhkan tim yang kuat untuk bersama-sama memperbaiki kelembagaan BGN sekaligus menyempurnakan Program MBG," kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari.
Agustina menyambung, berkat perombakan susunan pejabat tersebut, setiap alokasi dana Program MBG diharapkan dapat diatur secara lebih optimal, efisien, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.