JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyatakan rasa hormat atas keputusan Nanik Sudaryati Deyang yang memilih mundur dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) akibat masalah kesehatan.
“Saya menghormati keputusan Ibu Nanik untuk mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Saya mendoakan agar Nanik Deyang diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan segera pulih,” kata dia kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Meski demikian, dirinya menekankan bahwa pergantian nakhoda BGN tidak boleh dianggap sebagai pergantian sosok semata. Menurutnya, hal mendasar yang jauh lebih krusial adalah mengeksekusi pembenahan menyeluruh pada sistem tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anggota dewan yang membidangi urusan jaminan sosial tersebut berpesan agar siapa pun pimpinan baru BGN nantinya memiliki keberanian untuk mengevaluasi dan menata ulang Program MBG supaya lebih akuntabel, tepat sasaran, aman, serta selaras dengan kemampuan anggaran negara.
Ia menegaskan bahwa Komisi IX DPR selaku mitra kerja BGN bakal konsisten menjalankan peran pengawasan demi memastikan perombakan pimpinan ini menjadi momentum perbaikan yang nyata.
“Yang terpenting bukan hanya siapa yang memimpin, tetapi apakah rakyat benar-benar mendapatkan manfaat dari program ini secara aman, efektif, dan berkelanjutan,” ucap Charles.
Sebelumnya, Nanik S. Deyang resmi menyampaikan pengunduran dirinya selaku pimpinan BGN dengan alasan kesehatan, seperti yang dibenarkan oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan.
"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Yuza dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.
Lewat tulisan yang diunggah pada akun media sosial miliknya, Nanik menerangkan bahwa langkah pengunduran diri tersebut diambil agar dirinya dapat memfokuskan diri menjalani perawatan medis penyakit jantung di luar negeri.
“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui. Namun, saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," tulis Nanik.