Kemenhub Jaga Konektivitas Lewat Layanan Angkutan Perintis

Kemenhub Jaga Konektivitas Lewat Layanan Angkutan Perintis
Menhub Pastikan Layanan Angkutan Perintis Terus Berjalan [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pelayanan angkutan perintis akan terus beroperasi demi memelihara keterhubungan wilayah tertinggal, melancarkan arus distribusi bahan pokok, serta menunjang pemerataan pembangunan serta kemajuan ekonomi daerah maupun nasional.

"Layanan perintis tetap kami laksanakan sampai tahun anggaran selesai. Jadi dengan kondisi anggaran, kami menyiasatinya dan yang paling penting bahwa layanan tidak berhenti,” kata Dudy dalam keterangan yang terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Ia menyebutkan bahwa keputusan tersebut telah diutarakan sewaktu menghadiri Rapat Kerja Pembahasan Subsidi Kapal Perintis yang Melayani Pulau-Pulau Terluar, dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran Komisi V DPR RI serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Layanan perintis yang sebelumnya sempat menghadapi penundaan, kini telah kembali beroperasi secara normal, katanya menegaskan.

Di sisi lain, sejumlah upaya dijalankan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar operasional perintis tetap berjalan mencakup pengawasan harian terhadap aktivitas kapal, jadwal keberangkatan, serta muatan.

Selanjutnya meningkatkan sinergi bersama pihak operator, pengelola pelabuhan lokal, pemda, dan instansi berwenang demi menjamin kesinambungan pelayanan.

"Juga menyampaikan usulan kebutuhan penambahan anggaran untuk menghindari potensi terhentinya layanan," katanya.

Untuk jangka panjang, imbuh Dudy, Kemenhub memandang pentingnya penguatan sokongan dana, perbaikan mutu armada, fasilitas pelabuhan, penyatuan sistem logistik nasional, peningkatan kapasitas pelabuhan serta keterhubungan antarmoda, di samping pelaksanaan peninjauan rutin terhadap jaringan trayek supaya selaras dengan kebutuhan warga dan dinamika ekonomi wilayah.

Ia menambahkan penyelenggaraan subsidi angkutan perintis merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam menjamin pelayanan dasar, mendukung konektivitas nasional, serta mewujudkan pembangunan yang inklusif.

“Pada tahun anggaran 2026, diselenggarakan 107 trayek kapal perintis, 41 trayek Tol Laut, 6 trayek kapal khusus ternak, serta 18 trayek rede transport untuk menjamin akses transportasi dan distribusi logistik,” ujar Dudy.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index