Dokter Ungkap Kebutuhan Air Putih Harian Tidak Harus 2 Liter di 2026

Dokter Ungkap Kebutuhan Air Putih Harian Tidak Harus 2 Liter di 2026
Ilustrasi air putih.

JAKARTA - Anggapan bahwa setiap orang wajib mengonsumsi air putih sebanyak dua liter per hari masih sering dijadikan pedoman umum.

Padahal, kecukupan asupan cairan bagi setiap individu berlainan karena sangat bergantung pada bobot tubuh dan tingkat aktivitas harian.

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Brawijaya Duren Tiga, Jessica Marsigit, menjelaskan bahwa kecukupan hidrasi idealnya disesuaikan dengan berat badan masing-masing.

"Sebetulnya kalau misalnya hidrasi per hari itu minimal 30 cc per kilogram berat badan. Jadi misalnya berat badan 50 kilogram, kebutuhan cairannya sekitar 1,5 sampai 2 liter per hari," ujar Jessica dalam talkshow di CNN Indonesia Wellnest Festival Vol. 2 di South Quarter Dome, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).

Jessica memeringatkan masyarakat agar tidak menunda minum hingga timbul rasa haus di tenggorokan.

Kemunculan rasa haus mengindikasikan bahwa kondisi tubuh sebenarnya sudah mulai mengalami kekurangan cairan secara bertahap.

"Jangan dipaksa sampai haus baru minum. Justru kami mencegah jangan sampai haus, jangan sampai kami capek, jangan sampai otot kami capek baru kami minum," tuturnya.

Pandangan senada turut diungkapkan oleh life coach sekaligus pendiri Primafit, Brian Bildt, yang membagikan pengalaman pribadinya.

Brian baru menyadari kondisi dehidrasinya saat pemeriksaan medis, padahal ia merasa sudah menerapkan pola hidup sehat serta rajin berolahraga.

"Waktu cek darah, dokter bilang darah saya terlalu kental dan ternyata saya dehidrasi. Karena itu sekarang saya mulai rajin minum air setiap jam atau setiap dua jam. Jadi balik lagi ke kesadaran," kata Brian.

Menurut Brian, kebiasaan baru minum saat merasa haus belum tentu mencukupi kebutuhan hidrasi, terutama bagi mereka dengan aktivitas fisik yang tinggi.

"Yang penting itu kami sadar kebutuhan cairan tubuh kami. Jangan menunggu haus baru minum," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index