RANS Tunjuk KAP Teramihardja Review Laporan Keuangan Semester 1 2026

RANS Tunjuk KAP Teramihardja Review Laporan Keuangan Semester 1 2026

JAKARTA - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) Teramihardja, Pradhono & Chandra untuk menggelar penelaahan terbatas (limited review) atas laporan keuangan interim yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Direktur RANS Entertainment Indonesia Rumunggu Yokonapita menyampaikan bahwa langkah penelaahan terbatas tersebut dilaksanakan guna memenuhi regulasi OJK Nomor 14/POJK.04/2022 serta Aturan BEI Nomor I-E.

"Pelaksanaan penelaahan terbatas dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra. Adapun tujuan pelaksanaan penelaahan terbatas sesuai dengan pertimbangan dari manajemen perseroan untuk meningkatkan kualitas pengawasan atas laporan keuangan perseroan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Jumat (24/7/2026).

Pihak perseroan menegaskan bahwa hasil akhir limited review atas laporan keuangan interim periode 30 Juni 2026 akan diserahkan secara tepat waktu sesuai koridor batas aturan yang berlaku.

Prosedur limited review ini umum diterapkan emiten guna meningkatkan tingkat kredibilitas serta keandalan laporan keuangan interim sebelum resmi disampaikan kepada publik dan calon investor.

Berdasarkan catatan prospektus, RANS membukukan pendapatan sebesar Rp353,38 miliar untuk tahun buku 31 Desember 2025, atau mengalami penurunan 13,91 persen secara tahunan dari Rp410,50 miliar pada 2024.

Penurunan tersebut melanjutkan tren koreksi pendapatan perseroan yang sebelumnya sempat terkoreksi sebesar 6,24 persen pada 2024 dari perolehan Rp437,81 miliar pada periode 2023.

Sejalan dengan dinamika pendapatan, laba kotor RANS tercatat sebesar Rp152,72 miliar pada 2025, menyusut dibanding pencapaian Rp159,22 miliar pada 2024 dan Rp176,29 miliar pada 2023.

Meski demikian, manajemen perseroan sanggup menekan efisiensi beban pokok pendapatan hingga turun menjadi Rp200,66 miliar pada 2025 dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp251,27 miliar.

Dari aspek operasional, laba usaha perseroan terkoreksi menjadi Rp75,55 miliar pada 2025, sementara perolehan laba tahun berjalan menyentuh angka Rp56,69 miliar atau turun 41,60 persen dibanding tahun 2024.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index