Prabowo Pimpin Ratas Istana Bahas Antisipasi Kekeringan dan Karhutla

Prabowo Pimpin Ratas Istana Bahas Antisipasi Kekeringan dan Karhutla
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri serta pimpinan lembaga di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa, untuk merumuskan langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem dan fenomena kekeringan.

Para menteri serta kepala lembaga yang hadir telah berdatangan di area Istana Kepresidenan sejak pukul 14.30 WIB.

Jajaran pejabat yang menghadiri agenda rapat terbatas tersebut di antaranya Kepala BMKG Prof Teuku Faisal Fathani, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala BRIN Arif Satria, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Wamenag Bima Arya Sugiarto.

Pada lokasi yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga hadir lebih awal setelah tiba di area Istana sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelum memasuki ruang rapat, Raja Juli Antoni menerangkan bahwa pembahasan utama rapat terbatas kali ini terfokus pada penanganan cuaca ekstrem dan kekeringan, termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Siklus El Nino itu terjadi empat tahunan, dulu 2015, kemudian 2019, 2023, mestinya (siklus berikutnya, red.) tahun depan, 2027. Tetapi, prediksi BMKG, El Nino akan terjadi lebih cepat. Jadi, mestinya 2027, akan terjadi tahun ini. Jadi, kekeringannya datang lebih cepat," kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Di sisi lain, Kepala BRIN Arif Satria mengungkapkan bahwa lembaganya diinstruksikan untuk mematangkan kesiapan teknologi guna memperkuat ketahanan air di berbagai wilayah.

"Karena El Nino ya tentu yang diperlukan bagaimana supaya pertanian tetap aman dan juga untuk kehidupan sehari-hari juga aman," ujar Arif Satria.

Selanjutnya, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono memaparkan terdapat dua fokus utama yang perlu diwaspadai, yakni krisis pasokan air beserta dampak kekeringan, lalu dilanjutkan ancaman karhutla.

"Kami berkoordinasi dengan BMKG misalnya untuk melakukan operasi modifikasi cuaca untuk memastikan waduk-waduk kami debit airnya tetap dalam kondisi yang aman, termasuk danau," katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index