Kementan dan BGN Perkuat Sinergi Serapan Hasil Pertanian untuk MBG

Kementan dan BGN Perkuat Sinergi Serapan Hasil Pertanian untuk MBG
Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menerima karikatur kenang-kenangan dalam acara Tasyakuran Kepala BGN di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa 28 Juli 2026.

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mempererat sinergi penyerapan komoditas pertanian untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mendorong kesejahteraan para petani.

Amran menegaskan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) bakal terus memperkokoh kolaborasi bersama BGN di bawah kepemimpinan Sudaryono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.

"Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program MBG sekaligus memperkuat penyerapan hasil pertanian nasional demi meningkatkan kesejahteraan petani," kata Mentan, usai acara Pelepasan Wakil Menteri Pertanian sekaligus Tasyakuran Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono, di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Selasa (28/7) malam.

Mentan menilai penugasan Sudaryono di pucuk pimpinan BGN merupakan amanah besar dari Presiden Prabowo Subianto yang patut memperoleh dukungan penuh dari seluruh jajaran Kementan.

“Beliau adalah putra terbaik bangsa dan luar biasa. Kami sangat berat melepas beliau karena sangat terbantu, seluruh capaian Kementerian Pertanian berkat kerja keras Pak Sudaryono selama ini. Tapi demi masa depan beliau, ini promosi dan tugas besar untuk kepentingan negara,” ujar Amran.

Meski merasa kehilangan figur wakil menteri yang dinilai berdedikasi tinggi, Mentan Amran memastikan keluarga besar Kementan siap membangun kerja sama yang kian erat dengan BGN.

“Kami doakan, kami support. Seluruh pegawai Kementerian Pertanian kami minta tetap mendukung beliau karena Program Makan Bergizi Gratis adalah offtaker komoditas pertanian yang diproduksi petani kami," ujar Mentan.

"Jadi, di satu sisi kami kehilangan, tetapi demi negara dan program prioritas Bapak Presiden kami ikhlaskan,” kata Mentan pula.

Menurutnya, integrasi antara Kementan dan BGN menjadi pondasi krusial dalam menjamin ketersediaan pasokan pangan program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperluas jangkauan pasar bagi hasil panen petani lokal.

Ia optimistis di bawah nahkoda Sudaryono, BGN sanggup menjalankan amanah tersebut dengan maksimal.

“Kami sangat yakin BGN akan jauh lebih baik daripada sebelumnya,” katanya menegaskan.

Mengenai kekosongan posisi Wakil Menteri Pertanian, Mentan Amran menegaskan penentuan figur baru merupakan hak prerogatif Presiden sepenuhnya.

“Penggantinya, apa pun keputusan Bapak Presiden, kami ikut. Menteri saja hak prerogatif Presiden, apalagi Wakil Menteri,” katanya pula.

Saat ditanya perihal kriteria sosok pengganti, Amran berharap bisa kembali mendatangkan figur yang memiliki kapasitas setara dengan Sudaryono.

“Mudah-mudahan saya bisa mendapatkan sosok seperti beliau. Beliau pekerja keras, cerdas, masih muda, energik. Kami sangat terbantu. Capaian swasembada beras selama satu tahun ini juga merupakan hasil kerja keras beliau bersama seluruh jajaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menegaskan tugas barunya tidak akan memutus jalinan kerja sama yang telah terbangun bersama Kementan.

Pengalaman selama mendampingi Mentan Amran diakuinya menjadi bekal berharga dalam mengemban amanah baru demi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.

“Saya (sebelumnya) menjadi wakil menteri dengan filosofi bahwa wakil adalah anak buah komandan. Semua kebijakan Pak Menteri saya jalankan. Saya banyak belajar menjadi anak buah Pak Menteri dan meneladani bagaimana mengelola organisasi di tengah tantangan yang besar,” ujar Sudaryono.

Ia sangat meyakini sinergi BGN dan Kementan akan kian solid lantaran kedua instansi mengusung cita-cita serupa, yaitu menyediakan pangan memadai sekaligus mendongkrak taraf hidup petani.

“Saya siap menjadi berlian berikutnya dan mencetak lebih banyak berlian, agar tidak ada petani yang susah dan tidak ada anak-anak yang kekurangan gizi,” kata Sudaryono.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index