Kontribusi Pembiayaan Multiguna Astra Credit Capai 63 Persen

Kontribusi Pembiayaan Multiguna Astra Credit Capai 63 Persen
Ilustrasi Karyawan PT Astra Sedaya Finance atau Astra Credit Companies (ACC) Sedang Menelpon Nasabah..

JAKARTA - PT Astra Sedaya Finance atau Astra Credit Companies (ACC) mencatatkan pertumbuhan positif pada lini pembiayaan multiguna dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kontribusi mencapai 63 persen terhadap total portofolio perseroan.

EVP Corporate Communication ACC Riadi Prasodjo mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut ditopang oleh strategi perusahaan yang berfokus pada penguatan kerja sama dengan mitra bisnis, perluasan akses layanan, optimalisasi program pemasaran, serta peningkatan kualitas pelayanan.

“Kami juga terus memantau perkembangan pasar dan fokus menghadirkan produk serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ucapnya.

Meskipun demikian, Riadi tidak menampik bahwa sektor ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti dinamika kondisi makroekonomi serta fluktuasi tingkat kepercayaan konsumen yang dapat memengaruhi permintaan maupun kemampuan bayar debitur.

Oleh karena itu, perusahaan secara konsisten memperketat kualitas analisis kredit, menerapkan prinsip kehati-hatian sesuai ketentuan regulasi, serta mengadaptasi strategi bisnis demi menjaga pertumbuhan pembiayaan agar tetap sehat dan berkelanjutan.

Sebagai catatan, pembiayaan multiguna masih memegang peranan vital sebagai penopang utama industri pembiayaan di Indonesia.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Mei 2026, nilai pembiayaan multiguna tercatat sebesar Rp256,77 triliun atau mengalami pertumbuhan 5,21 persen secara tahunan.

Posisi tersebut disusul oleh pembiayaan modal kerja senilai Rp55,36 triliun yang tumbuh 7,96 persen secara tahunan, serta pembiayaan investasi sebesar Rp168,06 triliun yang terkoreksi 5,79 persen secara tahunan.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman menilai kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kebutuhan pembiayaan masyarakat masih terjaga dengan baik.

“Adapun, besaran plafon dan agunan pembiayaan multiguna bervariasi sesuai skema dan objek pembiayaan,” tuturnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index