Menko Airlangga Sebut Pariwisata Pimpin Pertumbuhan 13,14 Persen

Menko Airlangga Sebut Pariwisata Pimpin Pertumbuhan 13,14 Persen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan bahwa sektor pariwisata memimpin capaian pertumbuhan sektoral hingga menyentuh angka 13,14 persen.

“Terlepas dari ketidakpastian dan situasi global yang sulit diprediksi, Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama. Dan sektor pariwisata, yang didukung oleh penyediaan akomodasi serta penyediaan makan dan minum, memimpin pertumbuhan sektoral dengan angka dua digit, yaitu 13,14 persen,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Sepanjang Mei 2026, Indonesia mencatatkan kedatangan wisatawan mancanegara sebanyak 1,38 juta kunjungan serta pergerakan 106,16 juta perjalanan wisatawan nusantara, yang mana kedua indikator tersebut meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Airlangga menilai dinamika industri penyelenggaraan gelaran global kini memperlihatkan adanya pergeseran tren pasar menuju kombinasi antara urusan bisnis dan wisata (bleisure), bukan lagi murni perjalanan liburan.

Fenomena pergeseran ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengawinkan agenda penyelenggaraan acara besar dengan beragam destinasi unggulan, sehingga sanggup memicu nilai tambah yang lebih masif untuk industri pelancongan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Selaras dengan langkah itu, Pemerintah terus memacu transformasi pada sektor pariwisata lewat pemanfaatan teknologi digital serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) demi menyajikan pengalaman wisata yang lebih inovatif, personal, dan berdaya saing, salah satunya melalui program Pariwisata 5.0.

“Melalui program unggulan Pariwisata 5.0 kami, Indonesia terus mempercepat transformasi digital di sektor pariwisata. Tahun lalu, kami meluncurkan MaiA, sebuah perencana perjalanan berbasis AI melalui Indonesia travel, yang mempermudah penemuan destinasi sekaligus menjadikan proses perencanaan perjalanan lebih lancar dan personal,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Pariwisata 5.0 (Tourism 5.0) merupakan formulasi pengembangan sektor pariwisata yang memadukan teknologi digital, AI, serta pemanfaatan data untuk memberikan pengalaman melancong yang lebih personal, berkualitas, dan berkelanjutan dengan bertumpu pada kebutuhan wisatawan.

Menjadi bagian dari transformasi tersebut, Kementerian Pariwisata menghadirkan MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia) sebagai asisten perjalanan digital yang mempermudah pelancong memperoleh panduan destinasi dan menyusun agenda perjalanan secara lebih personal.

Bukan cuma itu, Kementerian Pariwisata turut mematangkan Event by Indonesia (EBI) sebagai portal digital nasional yang menjadi pusat informasi serta basis data penyelenggaraan acara, mulai dari Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), pertunjukan seni budaya, olahraga, hingga agenda pariwisata di seluruh Indonesia.

Akselerasi digitalisasi ini diharapkan makin memperkokoh daya saing industri acara nasional sekaligus mendukung pelaksanaan gelaran yang lebih inovatif, efisien, dan ramah lingkungan.

Sinergitas antara penguatan ekosistem digital, pengembangan kawasan destinasi, dan penyelenggaraan acara diyakini sanggup memperluas dampak ekonomi sektor pariwisata ke berbagai lini bisnis lainnya.

Lebih jauh, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengimbuhi bahwa ekspansi industri acara dan MICE menjadi salah satu langkah strategis demi menguatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata.

“Pengembangan industri event dan MICE dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus pengungkit daya saing pariwisata Indonesia. Untuk itu, Pemerintah terus mendorong penguatan konektivitas, pengembangan destinasi berbasis event, dan pemanfaatan AI guna mendukung terwujudnya Indonesia sebagai pusat MICE global,” imbuh Jubir Haryo.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index