Laba Bersih OCBC Indonesia Tumbuh 6 Persen Menjadi Rp2,73 Triliun

Laba Bersih OCBC Indonesia Tumbuh 6 Persen Menjadi Rp2,73 Triliun
Bank OCBC NISP.

JAKARTA - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencatatkan perolehan laba bersih konsolidasi mencapai Rp2,73 triliun pada semester I 2026.

Capaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 6 persen secara tahunan (year on year/YoY) jika dibandingkan dengan torehan pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp2,56 triliun.

Raihan positif laba pada paruh pertama ini disokong oleh kenaikan total pendapatan sebesar 6 persen YoY menjadi Rp6,89 triliun, sementara pos beban operasional lainnya naik tipis 1 persen YoY menjadi Rp3,1 triliun.

Pada fungsi intermediasi, total kredit yang berhasil disalurkan perseroan menembus angka Rp185,30 triliun hingga Juni 2026, atau tumbuh 11 persen YoY dari posisi Rp166,34 triliun pada Juni 2025.

Pertumbuhan penyaluran kredit ini sejalan dengan peningkatan total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11 persen YoY, bergerak dari Rp216,28 triliun naik menjadi Rp239,93 triliun.

Kenaikan DPK pada rentang waktu ini didorong oleh dana giro dan tabungan (CASA) menjadi Rp145,2 triliun atau melonjak 26 persen YoY, sehingga mengerek rasio CASA hingga menyentuh level 60,5 persen.

Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja mengutarakan bahwasanya capaian kinerja positif pada semester pertama tahun ini makin memperkuat fondasi OCBC untuk melangkah tumbuh secara sehat dan berkelanjutan dengan memegang teguh prinsip kehati-hatian.

“Kami terus meningkatkan kapabilitas dalam melayani kebutuhan nasabah, termasuk wealth management yang terus berkembang di Indonesia,” kata Parwati dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (30/7/2026).

Berbekal kapabilitas yang kian terpadu dan disokong oleh ekosistem Grup OCBC, perseroan berkomitmen penuh menjadi mitra finansial jangka panjang bagi nasabah dalam mengelola serta menggemukkan aset secara berkelanjutan.

Atas komitmen tersebut, tingkat permodalan serta likuiditas OCBC tetap terjaga solid di mana rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 23,1 persen dan LCR menyentuh 233,2 persen per Juni 2026.

Perseroan juga senantiasa mengedepankan asas kehati-hatian dalam penyaluran kredit, yang mana kualitas aset tetap aman tercermin dari Kredit Bermasalah Bruto (NPL gross) di posisi 1,9 persen dan Loan at Risk (LaR) membaik ke angka 4,8 persen dengan pencadangan NPL sebesar 230,0 persen.

Di sisi lain, OCBC terbukti masif mematangkan kapabilitas digital untuk menyajikan pengalaman layanan perbankan yang makin relevan bagi para nasabah.

Hingga pertengahan 2026, nilai transaksi via e-channel tumbuh 15 persen YoY, dipacu kenaikan pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile sebesar 6 persen YoY serta lonjakan pengguna OCBC Business untuk nasabah korporasi sebesar 23 persen YoY.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index