Investasi Industri Asuransi Tembus Rp977,81 Triliun pada Mei 2026

Investasi Industri Asuransi Tembus Rp977,81 Triliun pada Mei 2026
Ilustrasi Asuransi.

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total investasi industri asuransi komersial berhasil menembus Rp977,81 triliun pada Mei 2026. Capaian tersebut merangkum gabungan portofolio dari industri asuransi jiwa, asuransi umum, hingga reasuransi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan bahwa porsi penempatan dana hingga kini masih didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN).

“Yang mencapai Rp317,66 triliun atau sekitar 42,94% dari total investasi, diikuti oleh investasi pada saham sebesar 15,13% dan reksadana sebesar 13,46% dengan hasil investasi posisi Mei adalah sebesar Rp5,51 triliun,” ujarnya dalam lembar jawaban RDK OJK Juni 2026, dikutip pada Senin (3/8/2026).

Menurut Ogi, dominasi penempatan modal pada SBN menunjukkan bahwa industri asuransi senantiasa menerapkan strategi yang mengedepankan asas kehati-hatian (prudential), terutama dalam menghadapi fluktuasi pasar keuangan serta ketidakpastian global.

“Instrumen SBN dinilai memiliki tingkat risiko yang relatif lebih rendah, likuiditas yang baik, serta mampu mendukung pengelolaan kewajiban jangka panjang perusahaan asuransi,” jelasnya.

Di sisi lain, OJK mencatat penerimaan premi asuransi komersial pada Mei 2026 berhasil menyentuh Rp139,54 triliun. Angka ini mengalami pertumbuhan tipis sebesar 0,67% secara tahunan (year on year/YoY) jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ogi menguraikan bahwa pendapatan premi komersial tersebut ditopang oleh kinerja asuransi jiwa yang tumbuh 5,87% YoY menjadi Rp76,79 triliun.

”Dan premi asuransi umum dan reasuransi yang sedikit terkontraksi sebesar 5,03% year on year dengan nilai sebesar Rp62,76 triliun,” katanya dalam konferensi pers daring RDKB OJK Juni 2026, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan paparan data tersebut, akumulasi klaim asuransi komersial sepanjang lima bulan pertama 2026 tercatat mencapai Rp91,79 triliun atau meningkat 8,54% YoY.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index