Aturan Memilih Ulos untuk Fesyen Harian Agar Tetap Menghormati Budaya

Aturan Memilih Ulos untuk Fesyen Harian Agar Tetap Menghormati Budaya
Kain Ulos.

JAKARTA - Popularitas kain ulos dalam industri fesyen terus mengalami peningkatan. Kain tradisional ini tidak lagi sebatas dipakai pada upacara adat Batak, melainkan mulai diolah menjadi syal, outer, blazer, rok, hingga aneka aksesori untuk penampilan harian.

Meski pemanfaatannya makin meluas, pemakaian ulos sebagai pendorong gaya modern tetap wajib memperhitungkan nilai budaya yang terkandung pada tiap helainya. Hal ini dikarenakan tidak seluruh varian ulos dirancang untuk peruntukan yang sama.

Ada ulos yang difungsikan khusus dalam ritual adat, tetapi ada pula yang lebih fleksibel untuk dipadukan sebagai bagian dari gaya berbusana sehari-hari.

Pemilik Rumah Ulos, Linda Panggabean, menjelaskan bahwa penggunaan ulos pada ranah fesyen pada dasarnya diperbolehkan selama pengguna tetap memahami maksud serta makna dari kain tersebut.

Linda menerangkan bahwa filosofi ulos sejak awal sangat menyatu dengan perjalanan hidup masyarakat Batak. Kain tenun ini memiliki fungsi praktis yang amat dekat dengan kehidupan harian sebelum akhirnya berkembang menjadi lambang kebudayaan.

“Sebenarnya harus kembali ke konsep leluhur kami membuat Ulos ini agar kami bisa bertahan hidup, termasuk dalam ekonomi. Ulos itu artinya selimut, untuk menghangatkan dan melapisi tubuh,” kata Linda saat ditemui di pameran Indonesia Fashion Week 2026, di JICC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026).

Seiring berjalannya waktu, peran ulos mengalami perluasan fungsi. Selain memegang peranan krusial dalam aneka prosesi adat, tenunan khas Batak ini menjadi sumber penghidupan bagi jutaan penenun serta pelaku usaha di beragam daerah.

Perkembangan ini memberikan ruang yang lebih lapang bagi ulos untuk masuk ke ranah industri fesyen.

“Setelah berjalannya waktu, Ulos ini memberi jalan hidup bagi jutaan masyarakat Batak. Maka kalau mau pakai Ulos ini untuk fashion, boleh saja,” terang dia.

Linda mengingatkan agar masyarakat memahami perbedaan fungsi dari tiap jenis ulos. Beberapa varian memang dibuat secara khusus untuk keperluan adat dan menyimpan makna tertentu dalam tiap fase kehidupan masyarakat Batak.

Maka dari itu, masyarakat yang berniat menggunakan ulos sebagai pelengkap gaya harian disarankan memilih jenis yang secara khusus ditujukan untuk kebutuhan non-adat.

Bagi pengguna yang belum memahami pakem ulos, Linda menyarankan untuk memilih kain ulos yang memiliki corak warna cerah.

“Untuk orang awam atau pengguna yang bukan orang Batak dan tidak tahu pakem bisa menggunakan Ulos. Bisa pilih warna ulos yang lebih cerah karena biasanya menggambarkan suka cita,” sarannya.

Warna-warna cerah umumnya identik dengan suasana kegembiraan, sehingga dinilai sangat cocok untuk dipadukan dalam balutan busana kasual maupun modern.

Selain memperhatikan warna, calon pembeli juga disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan pihak penjual sebelum menentukan pilihan. Penjual umumnya memahami fungsi, filosofi, serta aturan penggunaan tiap jenis ulos.

Dengan menyampaikan tujuan pemakaian sejak awal, pembeli bisa memperoleh rekomendasi kain yang tepat tanpa perlu khawatir salah memilih ulos yang sejatinya diperuntukkan bagi ritual adat.

“Lalu, jika ingin membeli Ulos, coba ditanyakan sama penjualnya. Sampaikan bahwa Ulos ini akan digunakan bukan untuk adat melainkan fashion. Pasti mereka akan memberikan rekomendasi,” tuturnya.

Komunikasi aktif dengan penjual menjadi langkah sederhana yang membantu masyarakat memahami karakter tiap jenis ulos sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Batak.

Meningkatnya tren penggunaan ulos dalam dunia fesyen membuktikan bahwa kain tradisional sanggup beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya.

Kehadiran ulos dalam kreasi busana modern turut membuka peluang bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat warisan budaya Nusantara. Namun, upaya pelestarian tetap harus dibarengi dengan pemahaman atas fungsi serta makna di dalamnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index