JAKARTA - Mengurangi porsi makan terkadang dianggap sebagai langkah untuk menurunkan berat badan atau mencapai tujuan kesehatan tertentu. Namun, membatasi asupan secara berlebihan dan terus-menerus dapat membuat tubuh kekurangan energi serta nutrisi penting.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi tingkat energi, suasana hati, metabolisme, kemampuan berolahraga, hingga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Tubuh sebenarnya memberikan sejumlah sinyal saat asupan makanan belum mencukupi kebutuhan harian.
Tanda-tanda tersebut dapat muncul dalam bentuk perubahan energi, kondisi fisik, rasa lapar, maupun penurunan kemampuan tubuh dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Mudah Lelah Sepanjang Hari
Tubuh membutuhkan makanan sebagai sumber energi utama untuk beraktivitas. Jika asupan terlalu sedikit, sel-sel tubuh tidak memperoleh cukup bahan bakar sehingga seseorang dapat merasa lelah dan lesu sepanjang hari.
Rasa lelah ini juga membuat kegiatan yang biasanya ringan terasa jauh lebih berat. Situasi tersebut menjadi indikasi awal bahwa tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup dari makanan.
Rambut Rontok dan Kulit Berubah
Kurang makan dalam jangka panjang memicu defisiensi nutrisi yang berdampak langsung pada kondisi rambut dan kulit.
“Rambut yang menipis, kerontokan rambut, dan kulit kering dapat menjadi tanda bahwa Anda tidak mengonsumsi cukup kalori atau nutrisi,” jelas Kubala.
Kekurangan zat besi dan protein, misalnya, sangat berkaitan dengan gangguan rambut dan kulit pada orang yang mengalami kekurangan asupan secara kronis. Perubahan fisik ini patut diwaspadai, terutama jika dibersamai gejala lainnya.
Sering Merasa Lapar
Rasa lapar merupakan sinyal alami yang menandakan tubuh membutuhkan asupan. Namun, munculnya rasa lapar secara terus-menerus tanpa mengenal waktu bisa menjadi pertanda bahwa kebutuhan energi belum terpenuhi.
“Rasa lapar adalah sinyal normal dan sehat dari tubuh yang memberi tahu bahwa sudah waktunya makan,” tulis Kubala.
Jika tubuh mendapat makanan bernutrisi seperti serat dan protein, rasa kenyang umumnya bertahan hingga waktu makan berikutnya. Oleh karena itu, rasa lapar yang muncul terus-menerus perlu diwaspadai, terutama saat sedang membatasi porsi makan secara ketat.
Performa Olahraga Menurun
Dampak kekurangan makanan juga terlihat dari penurunan kemampuan fisik. Saat tubuh kehabisan bahan bakar, olahraga dan aktivitas harian terasa lebih melelahkan serta menurunkan performa latihan.
Seseorang akan merasa lebih cepat letih dan tidak sanggup menjalankan aktivitas fisik seperti biasanya. Perubahan performa ini menjadi sinyal jelas bahwa energi tubuh belum mencukupi.
Sering Pusing atau Merasa Melayang
Sensasi pusing dan melayang kerap timbul saat seseorang tidak memperoleh asupan makanan yang memadai.
Kondisi tersebut berkaitan dengan penurunan kadar gula darah, tekanan darah rendah, atau dehidrasi yang terjadi akibat kekurangan makanan. Jika pusing muncul saat berdiri atau berlangsung seharian, hal tersebut merupakan sinyal penting dari tubuh.
Terlebih jika pusing terjadi secara berulang dan disertai rasa lelah atau lapar, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.
Massa Otot Berkurang
Dalam jangka panjang, tubuh yang kekurangan asupan akan memecah massa otot untuk memenuhi kebutuhan energi. Pola makan sangat rendah kalori dan kurang protein dapat memicu penyusutan massa otot yang berdampak pada metabolisme serta kesehatan tulang.
Berkurangnya massa otot menandakan bahwa tubuh telah menggunakan cadangan internalnya demi mempertahankan fungsi organ.
Keenam tanda di atas tidak serta-merta membuktikan seseorang mengalami kekurangan asupan, mengingat kebutuhan tiap individu berbeda tergantung usia, ukuran tubuh, aktivitas, dan kondisi kesehatan.
Namun, jika beberapa tanda muncul terus-menerus akibat pembatasan makanan yang ketat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau dietisien terdaftar.