JAKARTA - Kementerian Pariwisata menargetkan rangkaian konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Candi Borobudur dan Jakarta dapat menghasilkan dampak ekonomi mencapai 44 juta dolar AS atau sekitar Rp792 miliar.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa konser bertajuk "Romanza 30th Anniversary World Tour" ini akan diselenggarakan di kawasan Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 serta JIExpo Kemayoran pada 3 November 2026.
“Menurut kami, penyelenggaraan event berskala internasional memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata. Selain memperkuat citra dan brand destinasi, event juga menjadi demand generator yang menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi di daerah penyelenggaraan,” kata Widiyanti saat konferensi pers di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/8).
Rangkaian perhelatan musik internasional tersebut diperkirakan bakal menyedot sekitar 7.000 penonton di Borobudur dan 9.000 penonton di Jakarta.
Menurut Widiyanti, dampak ekonomi dari acara ini bersumber dari penjualan tiket, penggunaan transportasi dan akomodasi, konsumsi kuliner, hingga produksi pertunjukan yang melibatkan berbagai vendor, UMKM, pekerja seni, dan komunitas.
Guna mendukung kelancaran konser, Kementerian Pariwisata memfasilitasi pengurusan visa seniman melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta memberi kemudahan izin masuk logistik pertunjukan.
Kemenpar juga berkolaborasi dengan maskapai Garuda Indonesia lewat program tiket penerbangan gratis (Free Add-on Tickets) bagi wisatawan mancanegara sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui skema tersebut, wisatawan mancanegara yang terbang bersama Garuda Indonesia dengan tujuan Jakarta atau Bali berhak memperoleh tiket penerbangan domestik pulang-pergi menuju Yogyakarta.
Selain itu, Kemenpar bersama agen perjalanan dan operator tur menyusun paket wisata di sekitar Borobudur guna mendorong penonton memperpanjang masa tinggal mereka di Jawa Tengah.
Widiyanti mengungkapkan bahwa kehadiran Bocelli menjadi momentum emas yang mempertemukan seni musik dunia dengan kekayaan destinasi serta budaya Indonesia.
“Indonesia memiliki kekayaan pengalaman yang sangat beragam. Kami memiliki heritage destination yang kuat, sekaligus kota-kota modern yang mampu menjadi tuan rumah bagi berbagai world-class events,” katanya.
Pemilihan Borobudur didasari oleh nilai sejarah dan budayanya, sementara Jakarta dihadirkan sebagai representasi destinasi perkotaan yang siap menggelar ajang internasional.
Founder Shoemaker Studios, Prajna Murdaya, menambahkan bahwa Borobudur dipilih karena memiliki kemegahan bernilai luhur yang sangat selaras dengan karakter musik klasik Bocelli.
Konser di Borobudur kelak akan dilengkapi Kampung Budaya yang menyajikan seni tradisional, kuliner, dan potensi pariwisata daerah. Pemegang tiket juga mendapatkan akses langsung mengunjungi Candi Borobudur pada hari acara.
Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia yang masuk dalam daftar tur perayaan 30 tahun album "Romanza" milik Andrea Bocelli.
Kemenpar mencatat hingga Juli 2026, sebanyak 105 acara yang didukung kementerian telah sukses digelar. Kajian menunjukkan acara-acara tersebut menyedot lebih dari 6,47 juta pengunjung, melibatkan 11.000 UMKM, serta mencatatkan perputaran uang mencapai Rp1 triliun.
Pada 2026, Kementerian Pariwisata menargetkan untuk memberikan dukungan pada 206 acara di berbagai wilayah melalui program Event by Indonesia.