TRENENERGI.COM — Peresmian fasilitas ini sekaligus menjawab komitmen investasi BYD setelah memperoleh program insentif kendaraan listrik dari pemerintah. PT BYD Auto Indonesia menjadi pengelola pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 126 hektar tersebut.
Menggeser Dominasi Pemain Konvensional
Vice President of BYD Co., Ltd., Liu Xueliang, menegaskan bahwa pabrik ini bukan sekadar fasilitas perakitan. Proses produksi disebut mencakup empat tahap utama: stamping, welding, painting, dan assembly.
"Hari ini sangat penting, peresmian pabrik BYD di Indonesia. Ini tidak hanya penting bagi kami, tapi juga pemerintah Indonesia karena mendukung transformasi kendaraan," kata Liu dalam sambutannya.
Liu menambahkan, BYD merupakan merek pertama yang menghentikan produksi kendaraan konvensional bensin dan diesel sejak 2022. Sepanjang 2025, pabrikan asal China itu tercatat menjual 4,6 juta unit kendaraan New Energy Vehicle (NEV) secara global, dengan total akumulasi 17,8 juta kendaraan hingga Agustus 2026. "Perjalanan ini sudah 35 tahun," ucapnya.
Lahan 126 Hektar, Serapan Tenaga Kerja Bisa Tembus 20 Ribu
Fase awal operasional pabrik mempekerjakan 5.000 pekerja lokal. Jika produksi berjalan pada kapasitas penuh, jumlah tersebut berpotensi melejit hingga 20 ribu orang. Angka ini menjadikan pabrik Subang sebagai salah satu fasilitas manufaktur otomotif terbesar di Jawa Barat.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyambut baik operasional pabrik ini dan menyebut keputusan BYD membangun fasilitas di Jawa Barat sebagai langkah tepat. Alasannya, pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut tercatat tinggi, mencapai 5,73% year on year.
Mendukung Target TKDN dan Momentum Penjualan EV
Peresmian ini dinilai Agus sebagai momen penting karena terjadi di tengah melonjaknya penjualan mobil listrik dalam negeri. Lebih dari itu, ia berharap kehadiran pabrik mampu mendorong BYD bertransformasi dari penguasa pasar menjadi penguat komponen lokal.
"Ke depan kami berharap investasi BYD tidak berhenti sampai pabrik tapi juga meluas ke ekosistem kendaraan listrik," ujar Agus.
M6 DM Jadi Model Perdana dengan TKDN 40 Persen
Model pertama yang keluar dari lini produksi Subang adalah BYD M6 DM. Kendaraan ini sudah mengantongi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 40 persen, sebuah capaian yang selaras dengan regulasi insentif pemerintah.