iPhone 18 Dipastikan Absen pada Acara Peluncuran Apple 2026

iPhone 18 Dipastikan Absen pada Acara Peluncuran Apple 2026
iPhone 18.

JAKARTA - Apple bakal menggelar ajang terbesarnya pada 9 September waktu Amerika Serikat (AS) atau 10 September 2026 WIB. Meski demikian, tiga ponsel pintar yang dinantikan banyak pihak dipastikan absen dari panggung peluncuran tersebut.

Kabar mengenai ketidakhadiran perangkat tersebut sejatinya sudah terendus sejak 2026 ketika masih berstatus rumor. Tiga varian yang batal muncul pada peluncuran mendatang mencakup iPhone 18, iPhone 18e, dan iPhone Air Generasi Kedua, yang seluruhnya diperkirakan baru meluncur pada Maret 2027.

Kondisi tersebut menandakan adanya jeda waktu sekitar 18 bulan antara kehadiran iPhone 17 dan iPhone 18—jeda terpanjang sepanjang sejarah Apple. Perbandingan terdekat sebelumnya terjadi pada iPhone 4s yang meluncur 15 bulan setelah iPhone 4.

Sementara itu, varian iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dipastikan tetap meluncur. Desain beserta ukuran layarnya sebagian besar menyerupai iPhone 17 Pro, tetapi membawa peningkatan pada komponen internal seperti kamera utama berpijakan aperture variabel, Dynamic Island yang lebih ringkas, serta modem seluler C2 garapan Apple.

Pihak Apple memang belum mengumumkan harga resminya secara terbuka. Namun, jajaran analis memproyeksikan iPhone 18 Pro akan dipasarkan di kisaran Dh5.099 (Rp24,4 juta) hingga Dh5.999 (Rp28,7 juta) di Uni Emirat Arab (UEA), sedangkan iPhone 18 Pro Max berada di angka Dh5.549 (Rp26,6 juta) sampai Dh6.199 (Rp29,7 juta).

Di sisi lain, ponsel layar lipat buatan Apple turut menjadi pilihan baru dengan perkiraan harga yang jauh lebih tinggi. Mengusung nama iPhone Ultra alih-alih iPhone Fold, perangkat ini disebut membawa desain bergaya paspor yang dibekali RAM 12GB, chip A20 Pro, serta dua kamera belakang.

Menariknya, gawai ini dikabarkan kembali memakai fitur keamanan Touch ID alih-alih Face ID, yang menjadi kali pertama bagi jajaran iPhone kasta tertinggi sejak 2017. Estimasi harganya berada pada rentang US$2.000 (Rp35,2 juta) hingga US$2.500 (Rp44 juta), sementara lembaga riset TrendForce memprediksi harganya ada di kisaran US$2.099 (Rp37 juta) sampai US$2.299 (Rp40,5 juta)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index