Sarri Sebut Chelsea Satu-satunya Awal Mulus, Kenang Juventus Tanpa Memori Indah

Sarri Sebut Chelsea Satu-satunya Awal Mulus, Kenang Juventus Tanpa Memori Indah

TRENENERGI.COM — Maurizio Sarri menilai Atalanta tak perlu panik dengan start yang belum mulus di Serie A. Pelatih asal Italia itu mengaku hanya pernah punya awal karier yang benar-benar positif, yakni saat menangani Chelsea, sementara masa di Juventus tidak meninggalkan kenangan manis.

Sarri akan kembali menginjakkan kaki di Allianz Juventus Stadium, Turin, saat Atalanta bertandang ke markas Juventus pada laga Serie A akhir pekan ini. Pertemuan itu sekaligus jadi reuni dengan klub yang pernah ia tangani selama satu musim, 2019/20.

Meski sempat mempersembahkan gelar Scudetto, periode Sarri di Juventus berjalan singkat dan tidak dikenang hangat oleh kedua belah pihak. Sarri menyebut musim itu berlangsung aneh karena stadion praktis kosong sejak Maret akibat pandemi.

Alasan Sarri Tak Simpan Memori Indah dari Juventus

"It was a strange season with the stadiums practically empty from March onwards due to the pandemic, and perhaps that is one of the reasons why I don't have good memories of that experience," ujar Sarri kepada Sky Sport Italia, dikutip Tuttomercatoweb.

"In any case, I have no regrets."

Sarri kini tengah membangun era baru di Atalanta. Klub asal Bergamo itu selama satu dekade terakhir identik dengan formasi tiga bek, sementara Sarri mencoba menerapkan gaya bermain yang sama sekali berbeda.

Tiga Kemenangan, Satu Imbang, Dua Kekalahan

Proses adaptasi itu belum sepenuhnya mulus. Dari rangkaian laga di Serie A, Coppa Italia, dan Conference League, Atalanta mengumpulkan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.

Sarri membandingkan situasi tersebut dengan pengalaman awalnya di Empoli. Setelah sembilan putaran, Empoli saat itu terpuruk di dasar klasemen, tetapi akhirnya melaju hingga final play-off promosi.

"At Napoli, we had two or three points after four rounds. These are difficulties I have run into constantly over the course of my career. The only positive start I had was at Chelsea, but for the rest it was always difficult."

Sarri menilai kesulitan di awal musim wajar terjadi. Semakin jauh gaya bermain sebelumnya dari karakternya, semakin besar hambatan yang muncul di fase awal.

Target Jangka Panjang, Bukan Hasil Instan

Manajemen Atalanta dan direktur olahraga klub, menurut Sarri, tidak memasang target spesifik jangka pendek. Keduanya lebih berbicara soal pembangunan untuk jangka panjang.

"It is a year of construction, both the director of sport and the club have not set any specific targets for the short-term, they are talking about building for the long-term."

Bagi Sarri, persoalan bukan sekadar jumlah bek dalam formasi. Yang lebih menentukan adalah cara tim bertahan dan menyerang, bagaimana pemain bergerak serta berpikir kolektif.

"What really matters is the way of defending and attacking, how the team moves and thinks collectively. Systems have their importance, of course, but are not decisive."

Atalanta cukup aktif di bursa transfer musim panas, dengan sejumlah kesepakatan rampung menjelang penutupan jendela, termasuk kedatangan Jonathan Rowe dari Bologna.

Sarri tetap realistis soal dinamika pasar pemain. Menurutnya, belum ada satu pun pelatih yang sepenuhnya puas dengan cara klub bekerja di bursa transfer.

"I am yet to meet a single coach who is 100 per cent happy with how the club worked on the transfer market. You've got to evaluate the whole group and not just the new arrivals."

Sebagian pemain baru dinilai siap tampil, sebagian lain masih perlu dikembangkan. Sarri menegaskan Atalanta mendatangkan pemain berkualitas, dan itu yang paling penting bagi proses pembangunan timnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index