Zurich Syariah Raih Pertumbuhan Kontribusi Bruto 17 Persen Mei 2026

Rabu, 22 Juli 2026 | 06:16:31 WIB
Ilustrasi Pegawai PT Zurich General Takaful Indonesia.

JAKARTA - PT Zurich General Takaful Indonesia atau Zurich Syariah membukukan kenaikan kontribusi bruto hingga Mei 2026 sebesar 17 persen secara tahunan menjadi melebihi Rp300 miliar. Produk asuransi kendaraan bermotor menjadi kontributor terbesar bagi perusahaan.

Presiden Direktur Zurich Syariah, Hilman Simanjuntak menilai peningkatan kontribusi ini didorong oleh kian tingginya kebutuhan akan perlindungan serta membaiknya aktivitas ekonomi nasional.

“Zurich Syariah melihat peluang pertumbuhan masih terbuka hingga akhir tahun, didotong oleh rendahnya penetrasi asuransi syariah dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan asuransi,” ucap Hilman.

Maka dari itu, Zurich Syariah bakal terus berfokus memperkokoh kolaborasi distribusi, mengoptimalkan pelayanan bagi nasabah, serta menggalakkan berbagai langkah edukasi literasi asuransi.

Meskipun menatap masa depan dengan optimis, pihak perusahaan tetap mencermati beberapa variabel secara aktif, seperti dinamika ekonomi nasional, potensi bencana alam, hingga situasi pasar global.

“Namun, kami tetap optimistis terhadap prospek asuransi syariah hingga akhir 2026, seiring besarnya potensi pasar dan meningkatnya pemahaman masyarakat akan pentingnya perlindungan keuangan berbasis syariah,” tegas Hilman.

Sebagai catatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa sejak Januari 2026 hingga April 2026 pertumbuhan kontribusi industri terus mencatatkan hasil minus.

Koreksi paling dalam terjadi pada Januari 2026 yang menyentuh -44,77 persen secara tahunan menjadi Rp2,08 triliun, lalu disusul Februari 2026 yang terkoreksi -28,83 persen menjadi Rp3,57 triliun.

Kendati demikian, data OJK dalam RDKB Juni 2026 mencatat bahwa perolehan kontribusi industri asuransi syariah pada Mei 2026 sempat melonjak 18,10 persen secara tahunan mencapai Rp9,15 triliun.

Namun bila dibedah lebih terperinci, angka pencapaian pada Mei 2026 tersebut sejatinya masih menyusut 18 persen jika dibandingkan dengan periode Mei 2025 yang menembus Rp11,17 triliun.

Di samping itu, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menilai prospek industri asuransi syariah sampai akhir 2026 tetap berada di tren positif.

Kondisi tersebut dapat terwujud selama tingkat daya beli masyarakat terjaga, roda perekonomian terus melaju, serta ekosistem keuangan syariah makin solid.

Terkini