Rupiah Ditutup Melemah ke Level 17.920 Per Dolar AS Pada Rabu Sore Ini

Rupiah Ditutup Melemah ke Level 17.920 Per Dolar AS Pada Rabu Sore Ini
Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah.

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu diproyeksikan bergerak fluktuatif namun bakal ditutup melemah di kisaran Rp17.940 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Trading Economics, rupiah sempat ditutup menguat 0,26 persen atau 46,1 poin ke posisi Rp17.891 per dolar AS pada perdagangan Selasa. Meskipun menguat, posisi mata uang garuda tersebut tetap mencerminkan depresiasi sebesar 10,05 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Laju penguatan kemarin dipicu ekspektasi pasar atas kebijakan Bank Indonesia yang diperkirakan bakal mendongkrak BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Juli 2026. Laporan itu mencatat bahwa pada RDG Juni 2026, Bank Sentral Indonesia sempat menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menuju level 5,75 persen.

Saat ini, pihak pemerintah terus berupaya mengambil langkah strategis guna mengendalikan laju inflasi usai angkanya pada Juni lalu menembus batas atas target Bank Indonesia pada rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen. Penyesuaian BI Rate juga diharapkan mampu meredam gejolak harga pangan.

Namun, di sisi lain, upaya pengontrolan inflasi oleh pemerintah dihadapkan pada tantangan berat akibat lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh kembali memanasnya ketegangan antara AS dan Iran.

Arah pergerakan rupiah turut dibayangi kondisi sektor perdagangan. Trading Economics mencatat defisit perdagangan pada Mei 2026 yang menyentuh angka 1,61 miliar dolar AS menjadi defisit perdana dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

Selain faktor domestik, Eskalasi konflik global menjadikan mata uang Greenback sebagai aset safe haven pilihan para pelaku pasar. Indeks dolar AS (DXY) kini bertahan kokoh pada level 100,90 meski sempat ditutup melemah tipis 0,05 persen.

"Secara global, indeks dolar naik lebih lanjut karena meningkatnya ketegangan AS-Iran menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan memperkuat pandangan tentang pengetatan kebijakan," tulis laporan tersebut.

Pada pembukaan pasar Rabu pagi pukul 09.15 WIB, rupiah langsung dibuka terkoreksi 0,22 persen atau 39 poin menuju posisi Rp17.927 per dolar AS.

Memasuki penutupan perdagangan sore hari, nilai tukar rupiah resmi ditutup melemah 65 poin ke level Rp17.920 per dolar AS. Pelemahan ini menjadi respons pasar atas keputusan Bank Indonesia yang berada di luar ekspektasi kenaikan BI Rate sebelumnya.

Sebab, Bank Indonesia dalam RDG Juli 2026 secara resmi memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Bersamaan dengan langkah tersebut, BI turut menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen serta suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index