RI Incar Minyak Nigeria dan Angola, Pertamina Diajak Borong Blok Migas

Jumat, 18 September 2026 | 08:38:00 WIB

TRENENERGI.COM — Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno memimpin misi energi ke Nigeria dan Angola pada 7-10 September 2026 dengan membawa serta Pertamina. Misi ini mengejar pasokan minyak mentah langsung sekaligus peluang investasi blok migas di dua negara produsen Afrika tersebut.

Nigeria dan Angola menjadi tujuan karena keduanya termasuk produsen minyak utama di Afrika. Indonesia butuh sumber pasokan baru untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam kunjungan itu, Havas tidak datang sendiri. Pertamina dilibatkan langsung sejak pertemuan tingkat pemerintah hingga penjajakan kerja sama perusahaan.

Nigeria Tawarkan Kemitraan Energi Strategis

Di Abuja, Havas bertemu Menteri Luar Negeri Nigeria Bianca O. Odumegwu-Ojukwu dan Menteri Perminyakan Heineken Lokpobiri. Nigeria menyambut baik usulan Kemitraan Energi Strategis antara kedua negara.

Havas menegaskan posisi Nigeria bagi Indonesia. "Indonesia membutuhkan sumber energi yang aman dan terdiversifikasi. Nigeria adalah mitra penting untuk mendukung ketahanan energi Indonesia, sekaligus membuka peluang investasi upstream pada jangka panjang, khususnya bagi Pertamina," katanya, seperti dikutip portal Kemlu.

Perusahaan minyak negara Nigeria, NNPC, membuka pintu bagi Pertamina untuk masuk ke blok migas. Tawaran itu mencakup blok yang sudah berproduksi maupun yang masih tahap eksplorasi.

Angola Tawarkan Blok Deepwater dan Saham Kilang

Di Angola, tawaran yang diajukan lebih jauh. Havas menggelar pertemuan dengan Menteri Sumber Daya Mineral, Petroleum dan Gas, CEO Sonangol, serta pimpinan National Oil, Gas and Biofuels Agency (ANPG).

Angola menawarkan Blok deepwater Benguela Basin. Selain itu, ada opsi kepemilikan saham di Kilang Lobito yang berkapasitas 200 ribu barel per hari.

Pertamina menyatakan siap memperluas kehadiran di Angola. Cakupannya tidak hanya membeli minyak mentah, tetapi juga menanam modal di sektor hulu hingga hilir.

Apa Artinya bagi Ketahanan Energi RI

Langkah ini menandai pergeseran cara Indonesia mengamankan pasokan minyak. Alih-alih hanya mengandalkan pembelian di pasar spot, pemerintah mendorong kepemilikan aset di negara produsen.

Bagi Pertamina, masuknya ke blok migas Nigeria dan Angola berarti tambahan cadangan di luar negeri. Ini relevan ketika produksi dalam negeri terus menurun dan impor minyak mentah masih tinggi.

Kilang Lobito menjadi daya tarik tersendiri. Dengan kapasitas 200 ribu barel per hari, kepemilikan saham di sana bisa memberi Indonesia akses lebih stabil terhadap produk olahan.

Belum ada keterangan resmi soal nilai investasi yang disiapkan. Pemerintah juga belum merinci jadwal lanjutan perundingan dengan NNPC, Sonangol, maupun ANPG.

Yang jelas, kunjungan 7-10 September 2026 itu membuka jalur baru bagi diplomasi energi Indonesia. Nigeria dan Angola kini masuk daftar mitra yang bisa memasok minyak sekaligus menampung investasi Pertamina.

Terkini