Pertamina Genjot Blok Rokan, Cadangan 11 Miliar Barel Jadi Andalan

Pertamina Genjot Blok Rokan, Cadangan 11 Miliar Barel Jadi Andalan

TRENENERGI.COMPertamina mempercepat produksi migas nasional dengan mengoptimalkan Blok Rokan yang secara historis telah menghasilkan sekitar 11 miliar barel minyak. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung target pemerintah mencapai produksi 1 juta barel per hari.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyatakan migas masih memegang peran sentral dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Simposium IATMI ke-18 di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (15/9).

Menurut Oki, transisi menuju energi rendah karbon tidak serta-merta menghapus kebutuhan migas. Karena itu, peningkatan produksi dari lapangan eksisting dan pengembangan sumber daya baru masuk dalam prioritas perusahaan.

Blok Rokan Jadi Tumpuan Utama

Perhatian terbesar Pertamina saat ini diarahkan ke Blok Rokan. Wilayah kerja yang dikelola sejak 2021 itu punya rekam jejak panjang dengan total produksi historis sekitar 11 miliar barel minyak.

Pertamina menilai masih ada potensi besar yang belum tergarap dari blok tersebut. Berbagai upaya disiapkan, mulai dari optimalisasi lapangan minyak berat, pemenuhan kebutuhan listrik, hingga penerapan teknologi pengeboran pada lapisan berkualitas rendah.

Perusahaan juga mengembangkan bahan kimia khusus untuk meningkatkan perolehan minyak dari sumur-sumur yang sudah berproduksi.

Strategi dari Pengeboran hingga Teknologi EOR

Akselerasi produksi ditempuh lewat sejumlah jalur. Pertamina melakukan pengeboran pengembangan, pemeliharaan dan optimalisasi sumur, serta peningkatan produktivitas lapangan eksisting.

Penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) menjadi salah satu andalan untuk mengangkat perolehan minyak dari lapangan tua. Pertamina juga mengeksplorasi cadangan konvensional dan nonkonvensional demi menjaga keberlanjutan pasokan jangka panjang.

Sejumlah wilayah kerja strategis dikelola secara bertahap. ONWJ sejak 2009, West Pangkah Offshore pada 2011, Banyu Urip pada 2016, Mahakam pada 2018, dan Blok Rokan pada 2021.

Sinergi Jadi Kunci

Oki menegaskan pihaknya menyadari besarnya kebutuhan migas bagi ketahanan energi negara. Seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki akan dikerahkan agar sasaran produksi tercapai.

"Kami menyadari betul bahwa kebutuhan migas masih sangat besar dan menjadi fondasi utama bagi ketahanan energi negara. Seluruh potensi, kemampuan, serta sumber daya yang kami miliki akan kami kerahkan sepenuhnya, agar sasaran produksi dapat tercapai dan terus tumbuh secara berkelanjutan demi menjamin pasokan energi yang andal bagi seluruh masyarakat," ujar Oki.

Untuk Blok Rokan, Pertamina menargetkan kenaikan produksi signifikan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Percepatan investasi dan kegiatan operasional disebut menjadi kunci menjaga ketersediaan energi.

Langkah Pertamina ini menentukan seberapa cepat target 1 juta barel per hari bisa direalisasikan. Blok Rokan yang menyimpan sejarah produksi raksasa menjadi penentu utama apakah target nasional itu tercapai atau justru meleset.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index