Batu Bara dan CPO Kompak Turun, Nikel-Timah Justru Menguat di Penutupan Kamis

Jumat, 18 September 2026 | 09:14:00 WIB

TRENENERGI.COM — Harga batu bara Newcastle untuk pengiriman Oktober 2026 turun 0,55 persen ke USD 145,30 per ton pada penutupan perdagangan Kamis (17/9). Pelemahan juga dialami minyak mentah dan CPO, sementara nikel dan timah bergerak berlawanan arah dengan mencatatkan penguatan.

Perdagangan komoditas pada Kamis (17/9) berakhir variatif. Kelompok energi dan minyak nabati tertekan, sedangkan logam industri justru menanjak.

Tekanan di sektor minyak mentah datang dari dua arah berlawanan: eskalasi konflik di Timur Tengah dan sinyal tambahan pasokan dari Arab Saudi.

Minyak Mentah Bertahan di Atas USD 100

Harga minyak mentah dunia ditutup turun sekitar 1 persen, tetapi masih bertahan di atas level USD 100 per barel. Brent, patokan internasional, melemah USD 1,01 atau 0,95 persen menjadi USD 104,82 per barel.

West Texas Intermediate (WTI) juga turun 52 sen atau 0,5 persen ke USD 101,91 per barel. Kedua acuan itu sebelumnya sudah merosot sekitar 3 persen pada perdagangan Rabu.

Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali saling melancarkan serangan di sepanjang perbatasan. Perluasan konflik ke Yaman dan Arab Saudi mengancam memperburuk kekurangan pasokan energi global yang sudah terjadi sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada Februari.

Meski begitu, laporan mengenai tambahan pasokan minyak mentah Arab Saudi ke pasar global menahan laju kenaikan harga.

Batu Bara dan CPO Ikut Melemah

Di pasar batu bara, harga kontrak pengiriman Oktober 2026 di ICE Newcastle turun 0,55 persen menjadi USD 145,30 per ton.

Minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) mencatat penurunan lebih dalam. Berdasarkan data Trading Economics, harga CPO turun 1,39 persen menjadi MYR 4.816 per ton.

Nikel dan Timah Bergerak Berlawanan

Nikel justru menguat di London Metal Exchange (LME). Harga logam ini naik 0,76 persen menjadi USD 16.290 per ton.

Timah mencatat kenaikan lebih tajam, yakni 1,45 persen menjadi USD 53.186 per ton di bursa yang sama.

Pergerakan terbelah ini mencerminkan pasar yang masih mencari arah di tengah ketegangan geopolitik dan perubahan pasokan global. Bagi pelaku industri dalam negeri, fluktuasi harga batu bara dan CPO berdampak langsung pada penerimaan ekspor, sementara penguatan nikel dan timah memberi angin segar bagi sektor hilirisasi mineral.

Terkini