JAKARTA - Banderol bahan kebutuhan pokok di Pasar Bunulrejo, Kota Malang, mulai beranjak naik dalam beberapa pekan belakangan. Dua di antaranya yakni komoditas cabai serta daging ayam potong. Lonjakan harga pada deretan bahan pangan ini membuat sejumlah pedagang mengeluhkan omzet harian mereka yang terus menyusut.
Seorang pedagang cabai, Nasir, mengungkapkan bahwa lonjakan harga cabai rawit telah berlangsung hampir dua pekan terakhir.
“Cabai rawit normalnya Rp 40.000 sampai Rp 45.000 per kilogram, sekarang Rp 80.000 per kilogram itu yang premium,” kata Nasir, Jumat (18/9/2026).
Di samping cabai rawit, penyesuaian harga juga melanda komoditas cabai merah besar. Walaupun peningkatannya tidak terlalu tinggi, yakni hanya pada kisaran Rp10.000 per kilogram.
“Harga cabai besar sekarang Rp 40.000 dari harga awal Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per kilogram,” beber Nasir.
Nasir menerangkan bahwa lonjakan harga komoditas cabai terpicu oleh berkurangnya pasokan akibat cuaca panas. Pada saat bersamaan, tingkat permintaan justru terus membumbung lantaran maraknya agenda besar serta musim hajatan.
“Kalau stoknya ada dan cukup harusnya. Tapi permintaan cabai ini terus naik, sepertinya itu yang membuat harga cabai naik,” tuturnya.
Sementara itu, tren kenaikan turut menimpa komoditas ayam potong. Patokan harga yang semula berada di kisaran Rp32.000 kini telah menembus Rp41.000 per kilogram. Pedagang ayam potong, Sumarah, menuturkan bahwa kenaikan harga sudah berlangsung sejak dua pekan lalu.
“Sudah lama naik turun, sekarang Rp 41.000 per kilogram. Sudah naik seminggu lebih ini,” tutur Sumarah.
Ia menyebutkan, pemicu lonjakan harga tersebut diduga akibat tingginya kebutuhan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kenaikan harga tersebut, sambung Sumarah, berdampak langsung pada penurunan omzet penjualannya. Saat harga melambung, ia hanya mampu melepas 15 ekor ayam atau sekitar 37 hingga 40 kilogram.
“Penjualan ayam turun drastis kalau harga naik. Apalagi ada ayam yang murah, biasanya bisa jualan 20 sampai 25 kilogram,” pungkas Sumarah.