BPK Audit Laporan Keuangan Danantara 2025, Ini Dampaknya ke Publik

BPK Audit Laporan Keuangan Danantara 2025, Ini Dampaknya ke Publik

TRENENERGI.COM — BPK resmi memulai pemeriksaan Laporan Keuangan Konsolidasian BPI Danantara Tahun 2025, mencakup seluruh BUMN di bawah struktur Danantara. Audit ini menentukan kewajaran laporan keuangan yang mengelola dana investasi negara, sehingga hasilnya berdampak langsung pada transparansi pengelolaan uang publik.

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia memulai proses audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Tahun 2025. Pemeriksaan ditandai dengan Grand Entry Meeting dan penyerahan Surat Tugas Pemeriksaan di Jakarta, Kamis (17/9).

Anggota VII BPK Slamet Edy Purnomo menyerahkan surat tugas itu kepada Kepala Badan Pelaksana BPI Danantara Rosan Roeslani. Turut hadir Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara Muliaman Darmansyah Hadad dan Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria.

Apa Saja yang Diperiksa BPK

Audit tidak hanya menyasar BPI Danantara sebagai induk. BPK juga memeriksa PT Danantara Aset Manajemen (PT DAM), PT Danantara Investasi Manajemen (PT DIM), serta seluruh BUMN yang berada dalam struktur BPI Danantara.

Sebelumnya, BPI Danantara telah menyerahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun 2025 versi unaudited kepada BPK pada 20 Juli 2026. Penyerahan itu menjadi bagian dari tahapan persiapan pemeriksaan.

Pemeriksaan bertujuan memberi opini atas kewajaran laporan keuangan. BPK akan menilai kesesuaian dengan standar akuntansi, kecukupan pengungkapan, kepatuhan pada peraturan perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian intern.

Pendekatan Berbasis Risiko

Metode yang dipakai adalah risk-based audit. Pendekatan ini menyorot potensi kesalahan penyajian material, kecurangan, penyalahgunaan, ketidakpatuhan, hingga kelemahan pengendalian intern.

"BPK berkomitmen mengawal tata kelola dan akuntabilitas BPI Danantara sebagai fondasi pelaporan keuangan yang berkualitas," ujar Slamet Edy Purnomo dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, Jumat (18/9/2026).

Slamet menekankan akses data menjadi kunci. Menurutnya, auditor grup hanya bisa mengidentifikasi dan merespons risiko material jika mendapat akses memadai terhadap data, informasi, dan individu yang relevan.

"Oleh karena itu, dukungan penuh dari BPI Danantara, jajaran BUMN, dan KAP komponen atas aspek ini menjadi sangat penting bagi kelancaran dan kualitas hasil pemeriksaan," jelasnya.

Mengapa Ini Penting bagi Masyarakat

Danantara mengelola dana investasi negara dengan cakupan yang sangat luas. Hasil audit menentukan apakah laporan keuangan yang disajikan kepada publik sudah wajar atau tidak.

Bagi masyarakat, opini BPK menjadi alat kontrol atas uang negara yang dikelola melalui struktur holding investasi. Bagi investor dan pelaku pasar, hasil pemeriksaan memengaruhi kepercayaan terhadap tata kelola BUMN yang berada di bawah Danantara.

Proses audit juga menguji kepatuhan seluruh BUMN dalam struktur tersebut terhadap aturan yang berlaku. Jika ditemukan kelemahan pengendalian intern atau indikasi penyalahgunaan, temuannya berpotensi masuk ke rekomendasi perbaikan yang wajib ditindaklanjuti.

Tahap Selanjutnya

Setelah grand entry meeting, pemeriksaan akan berjalan dengan koordinasi antara BPK, manajemen Danantara, jajaran BUMN, dan Kantor Akuntan Publik komponen. Hasil akhirnya berupa opini atas kewajaran laporan keuangan konsolidasian 2025.

Audit ini menjadi ujian pertama transparansi keuangan Danantara sebagai badan pengelola investasi yang menaungi banyak BUMN. Kualitas dan ketepatan waktu hasil pemeriksaan akan menentukan seberapa kuat fondasi akuntabilitas yang dibangun sejak awal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index