TRENENERGI.COM — Global Infrastructure Partners (GIP), unit infrastruktur BlackRock, menyepakati investasi senilai USD 1,8 miliar ke sebagian aset infrastruktur minyak dan gas milik TotalEnergies di Afrika. Sebagai imbalannya, raksasa energi asal Prancis itu akan membayar tarif kepada GIP selama maksimal 15 tahun berdasarkan volume aliran (throughput) aset tersebut.
Kesepakatan kemitraan ini diumumkan TotalEnergies pada Jumat lalu. Perusahaan belum merinci aset infrastruktur migas mana saja yang masuk dalam transaksi tersebut.
Langkah ini memperkuat hubungan kedua pihak sekaligus mengunci nilai ekonomi dari sebagian aset midstream TotalEnergies di Benua Afrika.
Skema Tarif Berbasis Throughput
Struktur pembayaran disepakati tidak berupa bunga tetap, melainkan tarif yang mengikuti besarnya aliran minyak dan gas di aset yang dikelola. Skema itu berlaku hingga 15 tahun ke depan.
Direktur Keuangan TotalEnergies, Jean-Pierre Sbraire, menyebut kesepakatan ini sebagai penguatan kerja sama dengan GIP. "Kami senang dapat memperkuat hubungan kami dengan GIP melalui perjanjian infrastruktur ini, yang mengkristalisasi nilai dari sebagian aset infrastruktur midstream kami di Afrika," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Nilai investasi GIP tercatat sebagai kontribusi modal (capital contribution), bukan akuisisi penuh atas aset. TotalEnergies tetap menjadi pihak yang membayar tarif atas pemanfaatan aset tersebut.
Ekspansi TotalEnergies di Afrika
Afrika menjadi salah satu wilayah pertumbuhan utama TotalEnergies dalam beberapa waktu terakhir. Perusahaan mencatat investasi di Angola, Namibia, dan Uganda.
Di Angola, TotalEnergies melaporkan penemuan baru lepas pantai dan membeli kepemilikan pada dua blok eksplorasi baru yang berlokasi dekat pusat operasi yang sudah berjalan. Penemuan Acacia-5 di Blok 17 disebut akan mencapai produksi minyak pertama hanya tiga bulan setelah penemuan pada Juni 2026.
TotalEnergies juga memperluas portofolio eksplorasi di lepas pantai Namibia, tepatnya di area utara blok yang menyimpan penemuan minyak besar. Perusahaan ingin memperbesar aktivitas di kawasan yang kini menjadi titik panas eksplorasi global.
Pada tahun lalu, TotalEnergies menandatangani perjanjian dengan Galp yang memformalkan posisinya sebagai operator atas dua penemuan minyak lepas pantai terbesar Namibia, Mopane dan Venus. Transaksi itu dilakukan lewat pertukaran aset strategis yang memusatkan kendali pengembangan di tangan perusahaan Prancis tersebut.
Di Uganda, TotalEnergies bersama CNOOC dari China menggarap lapangan minyak Tilenga dan Kingfisher. Kedua proyek itu akan menjadikan Uganda sebagai eksportir minyak mentah terbaru dunia pada awal 2027, melalui East African Crude Oil Pipeline (EACOP) senilai USD 5 miliar yang mengalirkan minyak dari Uganda ke Pelabuhan Tanga di Tanzania.
Apa Artinya bagi Pasar Energi
Masuknya BlackRock lewat GIP menunjukkan minat investor infrastruktur besar terhadap aset midstream migas yang sudah berproduksi. Aset jenis ini dianggap punya arus kas lebih stabil dibanding proyek eksplorasi hulu.
Bagi TotalEnergies, dana segar USD 1,8 miliar bisa dipakai untuk membiayai ekspansi eksplorasi di Angola, Namibia, dan Uganda tanpa harus menambah beban utang secara signifikan. Perusahaan juga tetap memegang kendali operasional atas aset yang masuk skema kemitraan.
Belum ada keterangan apakah model kemitraan serupa akan diterapkan pada aset TotalEnergies di kawasan lain, termasuk Asia Tenggara atau Indonesia.