JAKARTA - Bahan pangan cokelat kerap kali disebut-sebut mempunyai dampak yang bagus untuk memelihara kondisi kesehatan organ jantung. Namun, apakah benar olahan cokelat hitam ini sungguh-sungguh memiliki khasiat medis tersebut?
Banyak studi ilmiah berhasil mendeteksi adanya korelasi positif antara aktivitas mengonsumsi produk cokelat, khususnya jenis cokelat hitam, dengan tingkat risiko serangan penyakit jantung yang jauh lebih rendah.
Akan tetapi, temuan medis ini bukan berarti membebaskan Anda untuk menyantap panganan manis ini dalam jumlah sebanyak mungkin demi mendambakan organ jantung yang sehat. Berikut penjelasan mendalam seputar khasiat cokelat bagi jantung.
Bahan dasar cokelat didapatkan dari buah kakao yang di dalamnya menyimpan kandungan senyawa organik alami bernama flavanol. Berdasarkan keterangan American Heart Association, unsur flavanol ini dikategorikan sebagai zat antioksidan.
Senyawa antioksidan tersebut bertugas optimal dalam memproteksi sel-sel tubuh dari ancaman kerusakan imbas paparan radikal bebas, sekaligus bertindak aktif dalam memelihara tingkat kesehatan pada jaringan pembuluh darah.
Sejumlah riset klinis pun memperlihatkan kemampuan flavanol dalam memicu tubuh memproduksi zat nitric oxide dalam skala yang lebih besar. Zat ini berperan penting dalam membuat saluran pembuluh darah menjadi lebih rileks.
Dengan kondisi pembuluh darah yang lebih rileks, sistem sirkulasi aliran darah di dalam tubuh otomatis akan mengalir dengan jauh lebih lancar.
Efek positif tersebut diidentifikasi berkaitan erat dengan penurunan level tekanan darah, merosotnya kadar kolesterol jahat atau LDL, serta meminimalisasi risiko pembentukan sumbatan bekuan darah, seperti dilansir Mayo Clinic Health System.
Beberapa kajian riset bahkan menjumpai fakta bahwa kelompok masyarakat yang rutin mengonsumsi produk kakao ataupun cokelat cenderung mempunyai persentase risiko penyakit kardiovaskular yang relatif lebih kecil.
Ulasan akademis yang dipublikasikan pada laman NCBI menerangkan hasil riset terhadap kelompok lanjut usia di negara Belanda, yang memperlihatkan konsumsi komoditas kakao berkorelasi dengan tekanan darah yang rendah.
Selain itu, tingkat kematian akibat serangan penyakit jantung pada kelompok tersebut juga terpantau lebih minim. Studi sejenis di Italia turut mendapati aktivitas makan cokelat berhubungan dengan penurunan risiko serangan jantung.
Walau didapati hasil yang positif, jajaran tim peneliti tetap memberikan penekanan bahwa hasil temuan tersebut sejauh ini baru sebatas hubungan korelasi semata, bukan menjadi bukti konkrit dari hubungan sebab-akibat langsung.
Perlu menjadi catatan penting bagi semua pihak, pakar dari American Heart Association memaparkan bahwa bukti ilmiah seputar khasiat konsumsi cokelat hitam untuk jantung untuk saat ini statusnya masih tergolong terbatas.
Sebab utamanya adalah takaran kadar zat flavanol yang diterapkan dalam metode eksperimen laboratorium acap kali memiliki dosis yang jauh lebih tinggi jika dikomparasikan dengan kandungan pada produk komersial di pasaran.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa khasiat positif yang tampak pada visual penelitian laboratorium belum tentu bisa dipanen dengan mudah hanya lewat konsumsi produk cokelat batangan dalam aktivitas harian.
Kendati demikian, realita itu tidak lantas mengindikasikan bahwa produk cokelat hitam sama sekali hampa akan khasiat. Sejumlah riset ilmiah terpantau tetap memperlihatkan adanya potensi dampak positif dari zat flavanol.
Dampak positif tersebut menyasar pada tingkat kesehatan pembuluh darah manusia, stabilitas angka tekanan darah, hingga penurunan tingkat risiko fatalitas akibat serangan penyakit kardiovaskular.
Perlu dipahami bahwa tidak seluruh produk cokelat yang didistribusikan secara komersial memiliki takaran persentase kakao serta kelengkapan nutrisi yang seragam.
Apabila Anda berniat untuk memburu potensi kegunaan senyawa flavanol demi kesehatan jantung, cermati dengan teliti panduan tepat dalam menentukan produk yang akan dibeli.
Langkah pertama adalah memilih produk dengan konsentrasi kandungan kakao minimal sebesar 70 persen. Disadur dari situs resmi heart.org, semakin pekat persentase kakao, maka jumlah flavanol di dalamnya juga semakin berlimpah.
Oleh karena itu, produk cokelat hitam dengan takaran kakao berkisar antara 70 sampai 85 persen jauh lebih direkomendasikan untuk dipilih ketimbang jenis produk cokelat yang memiliki konsentrasi kakao rendah.
Poin kedua yaitu wajib mengontrol kadar pemanis atau gula di dalamnya. Varian cokelat susu umumnya diformulasikan dengan porsi kakao yang lebih minim namun memiliki pasokan tambahan gula dalam jumlah yang sangat tinggi.
Bila Anda berkeinginan menikmati hidangan cokelat dengan opsi karakteristik yang jauh lebih menyehatkan, rajinlah membaca label informasi nilai gizi dan jatuhkan pilihan pada produk dengan kadar gula rendah.
Langkah ketiga adalah menghindari pemilihan jenis cokelat putih ataupun varian cokelat susu. Jenis cokelat putih sama sekali tidak membawa kandungan padatan kakao di dalam komposisi bahannya.
Hal tersebut mengakibatkan varian cokelat putih hampir tidak memiliki kandungan zat flavanol, yang sejatinya menjadi poros utama sumber manfaat kesehatan layaknya yang ditemukan pada produk cokelat hitam.
Di samping itu, varian cokelat putih maupun cokelat susu sarat akan kandungan gula tinggi. Opsi ini tentu bukan menjadi keputusan terbaik bila gol utama Anda adalah mengejar khasiat zat flavanol dari buah kakao.
Poin terakhir yaitu selalu membatasi porsi konsumsinya secara bijak. Produk cokelat hitam bagaimanapun tetap dikelompokkan ke dalam rumpun makanan dengan pasokan kalori yang tinggi serta memiliki kandungan lemak.
Dalam satu kemasan batang ukuran reguler dengan tingkat kepekatan kakao sebesar 70 hingga 85 persen, di dalamnya dapat menyimpan pasokan energi mencapai kisaran 600 kalori.
Imbas dari karakteristik tersebut, Anda wajib mengonsumsinya dalam batas wajar agar tidak memicu lonjakan berat badan, di mana obesitas justru berpotensi meningkatkan risiko terserang penyakit jantung.
Demikianlah rangkaian ulasan informatif seputar khasiat medis dari konsumsi produk cokelat hitam bagi stabilitas kesehatan organ jantung Anda.