Ini Cara Jaga Metabolisme dan Liver Nyaman Nobar Final Piala Dunia 2026

Ini Cara Jaga Metabolisme dan Liver Nyaman Nobar Final Piala Dunia 2026
Ilustrasi Nobar Piala Dunia 2026.

JAKARTA - Gempita kemeriahan perhelatan akbar Piala Dunia senantiasa disambut dengan penuh antusiasme yang tinggi oleh jutaan pencinta olahraga sepak bola. Agenda nonton bareng menjadi sebuah aktivitas yang wajib dilakukan, lengkap dengan hidangan makanan ringan hingga asupan minuman manis.

Akan tetapi, Anda perlu waspada karena kebiasaan begadang serta ngemil malam hari tersebut berisiko mengacaukan sistem metabolisme tubuh manusia, sekaligus memicu terjadinya proses penumpukan kadar lemak berlebih pada organ hati.

Seorang spesialis penyakit dalam dari instansi Mayapada Hospital Bandung bernama Dokter Lukas Mulyono Samuel, Sp.PD-KGEH memberikan pemaparan klinis mengenai bahaya tersembunyi tersebut.

Tindakan mengonsumsi makanan dengan kadar gula serta kalori yang tinggi pada waktu larut malam berpotensi memaksa sistem metabolisme tubuh untuk beroperasi ekstra keras, sekaligus merusak tatanan manajemen energi dan zat lemak di dalam fisik manusia.

Dalam kurun waktu panjang, kebiasaan buruk ini menyimpan potensi besar untuk meningkatkan risiko melonjaknya berat badan, memicu terjadinya kondisi resistensi insulin, hingga menyebabkan gangguan penumpukan lemak hati.

Di samping faktor asupan makanan, aktivitas begadang demi menyaksikan rangkaian laga Piala Dunia 2026 secara langsung juga terbukti mampu merusak sistem keseimbangan metabolik pada tubuh Anda.

"Kurang tidur mengganggu hormon leptin (rasa kenyang) dan ghrelin (rasa lapar) sehingga memicu makan berlebih. Kondisi ini juga meningkatkan hormon kortisol (stres) yang mempermudah penimbunan lemak, sehingga menaikkan risiko obesitas, diabetes, hingga gangguan fungsi hati," kata dr. Lukas.

Akan tetapi, keseruan momen pesta sepak bola sejagat ini sejatinya tetap dapat dinikmati secara maksimal tanpa harus mengorbankan status kesehatan fisik Anda.

Dokter Lukas membagikan sejumlah langkah preventif yang sederhana dalam memelihara stabilitas kesehatan metabolik tubuh, di mana tips ini sangat cocok untuk diimplementasikan sewaktu nobar laga final Piala Dunia 2026 nanti.

Poin yang pertama adalah dengan lebih selektif dalam memilih jenis makanan ringan yang jauh lebih higienis serta memiliki kandungan kalori yang rendah.

Adapun beberapa opsi makanan sehat yang disarankan untuk dikonsumsi meliputi buah potong segar, kacang rebus ataupun panggang yang diolah tanpa tambahan garam dan gula, jagung rebus manis, popcorn polos tanpa rasa, serta edamame atau tahu rebus sebagai menu substitusi gorengan.

"Untuk mengurangi kelelahan mata, bisa juga diselingi buah kaya vitamin A seperti pepaya atau jeruk," ujar dr. Lukas.

Poin yang kedua adalah dengan meningkatkan kuantitas konsumsi air mineral jernih serta membatasi secara ketat asupan minuman manis layaknya kopi instan kemasan saset, minuman bersoda, hingga alkohol.

Dokter Lukas memberikan peringatan keras kepada para penggemar bola untuk menghindari sikap ketergantungan yang berlebihan terhadap zat kafein dosis tinggi, baik yang bersumber dari kopi pekat, minuman penambah energi, maupun soda demi menolak rasa kantuk.

"Hal itu justru bisa merusak ritme tidur alami tubuh," katanya.

Poin ketiga yang harus dicermati adalah dengan senantiasa mempertahankan pola istirahat tidur secara teratur, yakni dengan cara membatasi frekuensi begadang dan hanya terjaga demi menonton laga-laga yang krusial saja.

Apabila kondisinya memungkinkan, Dokter Lukas menganjurkan para penggemar bola untuk melakukan kompensasi dengan cara beranjak tidur lebih gasik pada keesokan harinya, agar tubuh memperoleh durasi pemulihan yang cukup.

"Manfaatkan power nap 20-30 menit sebelum pertandingan untuk memulihkan energi," tutur dr. Lukas.

Untaian saran terakhir yang disampaikan oleh dr. Lukas adalah meminta masyarakat untuk menghindari porsi kerja yang terlampau berat setelah semalaman begadang, karena berisiko mengikis level konsentrasi serta daya ingat otak.

"Sehari setelah menonton pertandingan larut malam, susun prioritas pekerjaan agar tidak memicu stres atau burn out," ujarnya.

Dalam langkah nyata mendampingi publik luas dalam menjaga stabilitas metabolisme tubuh menyambut laga pamungkas Piala Dunia 2026 lewat manajemen diet, pola istirahat, serta kontrol bobot tubuh, Mayapada Hospital menghadirkan Gastrohepatology Center.

Fasilitas medis ini diproyeksikan sebagai sebuah sentra pelayanan yang terintegrasi penuh untuk melangsungkan prosedur pemeriksaan dini serta pengobatan komprehensif atas segala keluhan penyakit yang menyerang sistem pencernaan.

Akses fasilitas kesehatan ini sudah tersebar luas di aneka unit Mayapada Hospital, mencakup wilayah Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan Rasuna Said), Tangerang, Bogor, Surabaya, Bandung, hingga Jakarta Timur.

Khusus untuk warga yang berdomisili di Kota Kembang, fasilitas penanganan sejenis juga dapat diakses langsung pada unit Mayapada Hospital Bandung, tepatnya melalui pusat Liver, Metabolic & Wellness Center (LMWC).

Sentra medis LMWC tersebut difokuskan secara eksklusif untuk menangani status kesehatan organ hati, masalah gangguan metabolisme fisik, hingga manajemen bobot badan, termasuk screening awal atas ancaman klinis berupa obesitas, kencing manis, dislipidemia, serta sindrom metabolik.

Operasional fasilitas penanganan ini ditopang penuh oleh jajaran tim dokter lintas disiplin keilmuan serta persenjataan instrumen medis mutakhir, contohnya alat elastografi untuk mendeteksi kesehatan hati tanpa metode bedah, hingga instrumen Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk memetakan struktur tubuh serta parameter metabolik.

Akses informasi seputar kesehatan dari tim medis Mayapada Hospital kini juga dapat dijangkau lewat aplikasi MyCare pada menu Health Articles & Tips, yang sudah dibekali fitur Personal Health guna mengukur ritme jantung, langkah kaki, pembakaran kalori, hingga perhitungan Body Mass Index (BMI).

Penjelasan dan informasi lebih mendalam dapat diperoleh publik dengan menghubungi Call Center di nomor 150770, kontak WhatsApp di 0817-17-150770, ataupun via aplikasi MyCare.

Sementara bagi masyarakat yang sedang dihadapkan pada situasi darurat medis, dapat langsung menghubungi saluran darurat Mayapada Hospital di nomor 150990 atau menekan emergency call button pada platform MyCare.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index