JAKARTA — Penolakan sering kali dapat menjadi momen pemicu perubahan besar dalam perjalanan hidup seorang individu.
Kondisi tersebut dialami oleh Le Hoang Long, pria asal Vietnam yang sukses memangkas berat badan hingga 40 kilogram usai berulang kali mengalami kekecewaan asmara.
Memasuki usia 31 tahun, Long kini tampil lebih bugar dengan penurunan bobot tubuh dari semula 105 kilogram menjadi 65 kilogram.
Ia kini juga menjalani profesi sebagai pelatih kebugaran serta rajin membagikan kisah perjalanannya melalui platform media sosial.
Langkah perubahan besar itu didasari oleh rasa kurang percaya diri yang terus membayangi kehidupannya.
Saat bobotnya menyentuh angka 105 kilogram pada awal 2022, Long mengaku sering merasa canggung karena kerap menjadi pusat perhatian akibat ukuran fisiknya.
Masalah tersebut tidak sekadar mengikis rasa percaya diri, tetapi juga memicu gangguan kesehatan serius.
Ia sempat mengidap kolesterol tinggi, hipertensi, nyeri sendi, hingga mengalami osteoartritis akut pada bagian lututnya.
Pengalaman pahit dalam hubungan asmara semakin memperberat beban mental yang dipikul oleh Long.
Setiap kali menyatakan perasaan kepada wanita idaman, ia selalu dihadapkan pada penolakan secara langsung.
Bahkan beberapa di antaranya terang-terangan meminta Long untuk merampingkan tubuh sebelum melangkah ke jenjang hubungan serius.
Usai mengalami kekecewaan hingga 10 kali, ia memilih berhenti meratapi situasi dan mengalihkan pengalaman pahit tersebut menjadi daya dorong untuk pembenahan diri.
"Saya tidak ingin terus hidup seperti ini," kata Long.
Ia mulai menerapkan metode diet defisit kalori dengan membatasi asupan makanan harian agar berada di bawah tingkat pembakaran energi tubuh.
Meskipun membatasi porsi kalori, Long tetap konsisten menjaga pola makan tiga kali dalam sehari.
Menu intinya berfokus pada 200 gram dada ayam, daging tanpa lemak atau hidangan laut, porsi kecil nasi, serta sayuran kukus.
Sebagai asupan energi sebelum berolahraga, ia biasa mengonsumsi sajian seperti oatmeal, putih telur, pisang, atau ubi.
Pada masa awal transisi, perubahan pola makan ini terasa begitu berat karena ia harus memangkas kebiasaan makan porsi besar.
"Saya merasa tubuh lebih ringan setiap selesai makan," ujarnya.
Sistem makan pun diubah dengan memprioritaskan konsumsi sayuran terlebih dahulu, disusul asupan protein, dan diakhiri dengan porsi karbohidrat.
Langkah tersebut diimbangi dengan rutinitas latihan fisik intensif di pusat kebugaran selama lima hingga enam hari dalam sepekan.
Pada sesi pagi, Long fokus melakukan latihan kardio, sedangkan jadwal sore diisi dengan program latihan beban.
Walau sempat hampir putus asa akibat rasa nyeri dan kelelahan otot, tekadnya berhasil membuahkan hasil nyata dalam kurun waktu enam bulan.
Selain fisik yang makin proporsional, tekanan darah serta kadar lemak darahnya kembali normal dan rasa nyeri sendi menghilang total.
Transformasi fisik Long menarik perhatian luas netizen yang mendorongnya berpindah karier menjadi seorang pelatih kebugaran.
Meski saat ini masih berstatus lajang, Long menegaskan bahwa mencari pasangan bukan lagi fokus utama dalam hidupnya.
"Bagi saya, kemenangan terbesar bukanlah kehilangan 40 kilogram berat badan, melainkan berhasil mengalahkan diri saya yang dulu. Semua ini terjadi karena disiplin, ketekunan, dan tidak pernah menyerah," tuturnya.