JAKARTA - Masa kehamilan menghadirkan beragam perubahan fisik yang mengejutkan bagi calon ibu, mulai dari keinginan mengonsumsi makanan tertentu hingga sensitivitas indra penciuman yang meningkat. Namun, terdapat satu gejala yang kerap diabaikan padahal membutuhkan penanganan serius, yakni kondisi gusi berdarah.
Permasalahan pada mulut ini rupanya jauh lebih kerap dialami dibanding dugaan sebagian besar orang.
"Gusi berdarah biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang sudah memiliki riwayat radang gusi sebelum menjadi hamil," terang dokter gigi di Sachar Dental sekaligus anggota komite di New York Dental Society, Sandip Sachar, DDS.
Penyebab Gusi Lebih Rentan Berdarah Saat Hamil
Lonjakan hormon seperti progesteron dan estrogen selama kehamilan memicu gusi bereaksi secara berlebihan terhadap keberadaan plak ataupun bakteri mulut. Keadaan ini lazim dikenal sebagai radang gusi kehamilan. Dampaknya, gusi menjadi lebih sensitif, membengkak, serta mudah mengeluarkan darah sewaktu menyikat gigi maupun mengaplikasikan benang gigi.
Peningkatan volume sekaligus aliran darah ke area gusi turut menjadikan jaringannya semakin rapuh. Ahli endokrinologi reproduksi, spesialis infertilitas, sekaligus pejabat medis utama di Bird&Be, Dan Nayot, MD, mengungkapkan bahwa gangguan ini tergolong sangat umum. Diperkirakan 40 hingga 75 persen wanita hamil mengalaminya dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Selain dipicu perubahan hormon, kebiasaan kurang menjaga kebersihan mulut, kondisi gigi bawaan, konsumsi makanan manis berlebih, defisiensi vitamin, hingga kebiasaan merokok dapat memperburuk kondisi tersebut.
Tanda yang Harus Diwaspadai
Bila darah hanya keluar sedikit seusai membersihkan gigi, hal itu umumnya tergolong tidak berbahaya dan cukup diatasi lewat perawatan kebersihan mulut secara konsisten. Akan tetapi, apabila perdarahan berlangsung secara terus-menerus, disertai pembengkakan atau rasa nyeri, tindakan konsultasi ke dokter gigi harus segera dilakukan. Gejala berat ini berpotensi menjadi indikasi periodontitis, yaitu infeksi gusi yang tergolong serius.
"Dalam kasus yang jarang terjadi, gusi berdarah juga dapat menandakan masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti diabetes gestasional atau kekurangan vitamin," tutur dr. Nayot.
Jika pendarahan tergolong sangat parah, ibu hamil wajib menjalani pemeriksaan guna mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pembekuan darah yang relatif langka.
Dokter kandungan di Mount Auburn Hospital, Anne Antonellis, MD, mengingatkan pentingnya memantau intensitas perdarahan yang terjadi.
"Walau jarang, gusi berdarah bisa menjadi tanda rendahnya trombosit, salah satu sel darah yang membantu pembekuan," ujar dia.
"Hal ini bisa terjadi dengan sendirinya selama kehamilan dan hanya perlu dipantau, tetapi bisa juga dikaitkan dengan preeklamsia dan penyakit darah tinggi dalam kehamilan," terang dr. Antonellis.
Dampak Mengabaikan Kesehatan Mulut
Kelalaian merawat kebersihan gigi sewaktu hamil dapat mempercepat penumpukan plak di area mulut. Apabila dibiarkan, radang gusi ringan mampu berkembang menjadi penyakit jaringan gusi yang jauh lebih parah. Risiko ini diperberat oleh perubahan pola makan serta erosi lapisan gigi akibat muntah saat menggejala morning sickness.
"Peningkatan jumlah bakteri mulut dapat masuk ke aliran darah dan memicu komplikasi kehamilan, sedangkan infeksi di mulut yang tidak ditangani dapat menyebar secara sistemik dan memicu peradangan di bagian tubuh lain," terang dr. Sachar.
Kondisi kesehatan mulut yang buruk saat masa kehamilan berkaitan erat dengan risiko persalinan prematur, preeklamsia, hingga berat badan lahir rendah pada bayi. Rasa sakit pada area gigi juga dapat mengganggu kenyamanan hidup, yang berujung pada terganggunya pemenuhan nutrisi harian ibu dan janin.
Mengingat sistem imun mengalami penurunan selama masa kehamilan, penanganan infeksi menjadi jauh lebih menantang. Ditambah lagi, opsi pengobatan medis bagi wanita hamil sangat terbatas, sehingga langkah pencegahan merupakan solusi terbaik.
Keamanan Pembersihan Karang Gigi
Prosedur pembersihan karang gigi secara rutin di dokter gigi tergolong sangat aman bagi ibu hamil. Langkah ini bahkan direkomendasikan oleh lembaga medis terkemuka seperti American Dental Association serta American College of Obstetricians and Gynecologists.
"Pembersihan rutin membantu mengendalikan plak dan bakteri, yang mengurangi peradangan dan pendarahan gusi," terang dr. Sachar.
"Menunda pembersihan gigi dapat memperburuk radang gusi dan meningkatkan risiko penyakit gusi atau penyakit periodontal, yang telah dikaitkan dengan hasil kehamilan yang buruk," tambah dia.
Masa kehamilan kerap menjadi pendorong kuat bagi kaum perempuan untuk mengadopsi pola hidup sehat, sehingga momentum ini patut dimanfaatkan sebaik mungkin untuk merawat kebersihan diri secara menyeluruh.