JAKARTA - Developmental Basketball League (DBL) Indonesia merilis program DBL Super Teacher pada perhelatan turnamen musim 2026-2027 sebagai ikhtiar memperkuat posisi pendidik dalam mengawal atlet pelajar, sekaligus memperluas jangkauan pembinaan ekosistem bola basket sekolah di pelbagai wilayah Nusantara.
Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Pendiri DBL Indonesia Azrul Ananda, di Jakarta, Selasa, menuturkan program tersebut menjadi salah satu terobosan anyar pada musim 2026-2027.
Lantaran, atensi terhadap pendidik selama ini belum menjadi titik sentral, padahal mereka mengemban andil krusial dalam menyokong kemajuan pelajar yang menggeluti turnamen DBL.
"Guru adalah faktor besar untuk tim perkembangan DBL yang mengayomi pelajar-pelajar atlet dan kami sangat berdosa selama ini kurang memperhatikan guru," kata dia dalam peluncuran Honda DBL with Kopi Good Day Season 2026-2027 dengan tema "Home Of The Dreamers".
Azrul menguraikan tiap-tiap regu kontestan DBL selama ini memang diwajibkan mempunyai pendidik pendamping. Guru tiada cuma mengemban tugas mengawal regu tatkala berlaga, melainkan turut memantau kemajuan akademis, kelakuan, serta memastikan para siswa senantiasa menunaikan tanggung jawab mereka di ranah sekolah.
Lewat DBL Super Teacher, sambung dia, DBL Indonesia menyuplai bimbingan khusus bagi para pendidik pendamping.
Program tersebut turut membuka peluang bagi guru terpilih guna meraup wawasan belajar ke mancanegara, sehingga menyempurnakan fasilitas serupa yang selama ini telah dianugerahkan kepada pebasket serta juru taktik.
Ia memaparkan kehadiran program itu ialah wujud penghargaan atas sumbangsih guru dalam merajut keselarasan antara prestasi keolahragaan dan dunia pendidikan bagi para siswa.
Di samping meresmikan DBL Super Teacher, DBL Indonesia turut menegaskan tekadnya guna terus memperluas pelaksanaan turnamen pada musim 2026-2027.
Menurut Azrul, angan-angan jangka panjang lembaga tersebut ialah menyajikan turnamen di sebanyak mungkin wilayah di Tanah Air.
Kini DBL telah merambah 31 kota di 22 provinsi, di antaranya Kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Banjarmasin, Makassar, serta Lombok.
Ia menambahkan sejumlah pemangku wilayah serta pihak berwenang pun telah membangun dialog bersama DBL Indonesia seputar kans menjadi tuan rumah turnamen pada musim-musim mendatang.
Azrul memendam asa perluasan jangkauan turnamen serta peresmian DBL Super Teacher sanggup memperkokoh ekosistem keolahragaan pelajar, sekaligus mendatangkan faedah yang lebih masif bagi generasi muda Nusantara lewat pembinaan yang merangkul siswa, pelatih, dan guru secara berkesinambungan.