Mahasiswa Undip Uji Formulasi Pakan Lokal Menuju Telur Kaya Omega 3

Mahasiswa Undip Uji Formulasi Pakan Lokal Menuju Telur Kaya Omega 3
Ilustrasi Peternak Telur Omega.

JAKARTA - Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata KKN-T IDBU 59 merancang formulasi pakan ayam petelur berbasis bahan baku lokal guna menguji potensi dihasilkannya telur kaya omega-3.

Inisiatif tersebut diharapkan sanggup membuka peluang peningkatan nilai tambah bagi produk peternakan masyarakat di Desa Tangkisan, Kabupaten Purworejo.

Program ini dijalankan oleh dua mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro, Nuril 'Azizin Ni'mah Awaliyah dan Nagita Savana Zulfa, seusai melakukan peninjauan serta diskusi intensif bersama peternak setempat mengenai skema pakan harian.

Rahayu Lestari, Ketua UD Bina Lestari, menyebutkan bahwa para peternak sebetulnya sudah memanfaatkan beberapa bahan sumber omega-3 untuk campuran pakan, namun belum mempunyai takaran yang terukur.

"Pakan ayam yang digunakan sebenarnya telah memanfaatkan beberapa sumber omega-3, tapi belum memiliki formulasi yang terukur dan pemberiannya belum dilakukan secara konsisten," ujar Rahayu, melalui keterangannya kepada Kompas.com, Kamis (23/7/2026).

"Sehingga efektivitasnya terhadap peningkatan kandungan omega-3 pada telur belum diketahui," lanjutnya.

Hasil peninjauan lapangan menunjukkan para peternak mengombinasikan bahan baku kaya omega-3, seperti daun kelor, daun indigofera, azolla, hingga minyak ikan. Kendati begitu, penerapannya belum memiliki standar acuan baku maupun konsistensi jadwal pemberian.

Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa KKN-T IDBU 59 menyusun standar pakan memanfaatkan racikan jagung, bekatul, maggot, daun kelor, minyak ikan, kunyit, serta tepung cangkang telur.

Pada komposisi ini, minyak ikan disiapkan sebagai pemenuh utama asam lemak omega-3 rantai panjang. Sementara daun kelor digunakan lantaran menyimpan asam ?-linolenat (ALA) yang menjadi prekursor penting penyokong omega-3 pada ternak.

Di samping kaya ALA, daun kelor juga sarat akan protein, vitamin, mineral, dan antioksidan yang efektif menjaga stamina serta kesehatan ayam sepanjang masa pemeliharaan.

Adapun kunyit dicampurkan sebagai bahan tambahan alami berkat kandungan kurkumin serta pigmen karotenoidnya. Bahan ini berguna memperjelas warna cangkang, meningkatkan mutu telur, serta membentengi kesehatan ayam lewat sifat antioksidan dan antimikroba.

Sementara itu, maggot dialokasikan sebagai pemasok protein berkualitas, jagung beserta bekatul menjadi penyuplai energi, dan tepung cangkang telur difungsikan sebagai sumber kalsium agar cangkang telur terbentuk dengan kokoh.

Selama ini, telur dikenal luas sebagai asupan protein hewani yang mudah didapat. Niscaya kandungan omega-3 pada telur biasa terbilang minim, sehingga rekayasa formulasi pakan menjadi terobosan tepat untuk mendongkrak kualitas produk.

Penerapan formulasi pakan baru ini akan dipantau selama 14 hari dengan mengamati laju konsumsi pakan, derajat kesehatan ayam, hingga produktivitas pengeraman. Selanjutnya, sampel telur akan diuji laboratorium demi mengukur kadar omega-3 secara saintifik.

"Melalui formulasi pakan ini, kami berharap peternak memiliki acuan komposisi pakan yang lebih terukur sehingga upaya peningkatan kandungan omega-3 pada telur dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan," ujar Nuril 'Azizin Ni'mah Awaliyah.

Nagita Savana Zulfa menambahkan bahwa proses pemantauan serta uji laboratorium memegang peranan krusial untuk memperoleh landasan data ilmiah.

"Monitoring dan pengujian laboratorium menjadi langkah penting untuk memperoleh data ilmiah mengenai efektivitas formulasi pakan."

"Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pakan yang mampu menghasilkan telur bernilai tambah bagi peternak," ujar Nagita.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro mengaplikasikan keilmuan akademis dengan memadukan riset ilmiah, pemanfaatan potensi bahan lokal, serta pendampingan langsung kepada peternak.

Aksi ini turut menyokong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 2 (Zero Hunger) lewat peningkatan mutu pangan bergizi, serta SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui ketersediaan produk pangan kaya gizi bagi kesehatan masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index