JAKARTA - Kemenangan telak 5-1 Timnas Indonesia atas Kamboja pada laga pembuka Grup A ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026 menjadi awal yang menjanjikan bagi skuad Garuda.
Tim asuhan John Herdman tidak hanya mengamankan tiga poin perdana, tetapi juga menemukan sosok baru yang berpotensi menjadi andalan di lini depan Timnas Indonesia untuk bertahun-tahun ke depan.
Mitchell Baker langsung mencuri perhatian pada laga debutnya bersama timnas senior. Pemain berusia 19 tahun ini tampil impresif dengan mencetak hattrick, sementara dua gol lainnya disumbangkan Sandy Walsh dan Jens Raven.
Bagi pengamat sepak bola nasional Rizal Pahlevi, kemenangan tersebut bukan sekadar soal skor besar. Menurutnya, yang lebih penting adalah Timnas Indonesia akhirnya memiliki alternatif di posisi penyerang murni setelah selama ini sangat bergantung pada Ole Romeny.
Absennya penyerang Oxford United FC yang dipinjamkan ke Fortuna Sittard itu kerap memunculkan kekhawatiran karena Timnas Indonesia belum memiliki pelapis dengan karakteristik sepadan.
Rizal menilai Mitchell Baker memiliki karakter yang selama ini dibutuhkan timnas Indonesia sebagai penyerang nomor sembilan. Selain memiliki postur ideal, sang bomber yang langsung dipercaya menggunakan nomor punggung sembilan tersebut juga menunjukkan kemampuan menguasai bola dan memenangkan duel udara yang sangat baik.
"Pemain yang masih berusia 19 tahun dengan postur 196cm yang kemampuannya dalam penguasaan bola lalu kemampuan menguasai duel udara itu sangat mengerikan jadi saya rasa ini prospek yang luar biasa ke depannya," ujar Rizal Pahlevi.
"Bagaimana kami biasanya terjebak dalam situasi ketika kehilangan Ole Romeny, Timnas Indonesia akan kesulitan. Tapi, rasanya kami memiliki opsi pengganti yang cukup ideal dalam diri Baker," imbuh Rizal.
Meski demikian, ia mengingatkan perjalanan pemain dari tim Universitas Georgetown itu masih panjang. Penampilan gemilang pada laga debut menjadi modal awal sangat positif, tetapi konsistensi tetap menjadi tantangan berikutnya.
"Ketika ada Ole Romeny dan kami memilki opsi pengganti cukup sepadan yaitu Baker. Meskipun pembuktian baginya masih panjang, apa yang ditunjukkan pada laga pertama tentu sangat positif dan menarik dinantikan ke depannya," kata pengamat yang biasa disapa Rizal itu.
Di balik kemenangan besar laga pertama Piala AFF 2026 tersebut, ia menilai timnas Indonesia masih memiliki sejumlah catatan yang harus segera dibenahi. Kualitas timnas Kamboja memang masih jauh di bawah Indonesia.
Namun, Rizal juga mencatat perkembangan tim berjuluk Angkor Warriors dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan mereka bukan lagi lumbung gol seperti ketika Garuda menang 8-0 pada turnamen Piala AFF 2004.
"Kamboja dalam beberapa periode terakhir khususnya 1-2 tahun terakhir mereka sudah tidak lagi menjadi lumbung gol di turnamen-turnamen di level ASEAN atau Asia Tenggara," kata Rizal Pahlevi.
Ia mengakui kemenangan dengan skor 5-1 tetap menjadi modal yang sangat baik untuk mengawali perjalanan Indonesia di ASEAN Championship 2026.
"Tentu ini kemenangan manis rasanya untuk bisa memulai sebuah turnamen dengan skor meyakinkan 5-1," sambungnya.
Satu hal yang menjadi perhatian adalah gol balasan Kamboja pada babak kedua.
"Menurut saya evaluasi mungkin dari satu kebobolan tersebut ya karena para pemain lengah. Di turnamen seperti ini, hal tersebut sangat rawan dihukum," ujar pengamat asal Jakarta.
"Ini menjadi alarm laga selanjutnya apabila bertemu dengan lawan yang kualitasnya ada di atas kami tentu tidak boleh terjadi, bisa saja dihukum lebih berat lagi nantinya," pungkasnya.