JAKARTA - Duel antara Persebaya Surabaya dan PSMS Medan dalam laga lanjutan babak penyisihan Grup B Piala Presiden 2026 yang dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Rabu (29/7/2026) malam, bukan sekadar perburuan tiga angka semata.
Pertandingan ini kembali membangkitkan tensi persaingan dari dua klub sarat sejarah yang telah menjadi pilar penting perjalanan sepak bola Indonesia sejak era Perserikatan. Berbekal tradisi panjang, rekam jejak prestasi, serta basis suporter yang begitu fanatik, setiap kali Persebaya dan PSMS berhadapan di lapangan selalu memunculkan gengsi tersendiri yang kental.
Terlebih lagi, Persebaya menatap laga ini dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi usai mengawali turnamen lewat raihan kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta. Hasil positif tersebut mengatrol posisi skuad berjuluk Bajul Ijo itu ke peringkat kedua klasemen sementara Grup B sekaligus membuka lebar peluang mereka melangkah ke fase berikutnya.
Sebaliknya, kubu PSMS Medan justru sedang berada dalam situasi yang kontras. Kekalahan 0-2 dari Port FC di laga perdana membuat skuad Ayam Kinantan belum mengantongi poin satupun, sehingga kemenangan menjadi harga mati demi menjaga asa bertahan dalam turnamen pramusim ini.
Pelajari Permainan Persebaya, PSMS Siapkan Strategi Khusus Kini, di tengah tantangan menghadapi Persebaya yang tampil solid ketika membungkam Persija, PSMS dipastikan tidak datang dengan tangan kosong. Jajaran tim pelatih telah merampungkan analisis dan evaluasi menyeluruh terhadap gaya main calon lawan, terutamanya menyoroti aspek organisasi pertahanan serta efektivitas mereka dalam melancarkan transisi menyerang.
Terlebih lagi, durasi persiapan yang terbilang singkat dimanfaatkan seoptimal mungkin guna membenahi segala celah kekurangan yang sempat terlihat jelas saat melakoni laga pembuka kontra Port FC.
"Kami sudah mempersiapkan pemain untuk menghadapi Persebaya. Kami juga telah mempelajari permainan mereka saat melawan Persija. Mudah-mudahan seluruh pemain siap menjalani pertandingan," tutur pelatih PSMS, Eko Purdjianto.
"Alhamdulillah kondisi semua pemain baik setelah pertandingan kemarin. Memang ada beberapa yang mengalami cedera ringan, tetapi tidak serius dan semuanya siap dimainkan," imbuhnya.
Pramusim Jadi Momen Membangun Tim, Rotasi Tetap Dilakukan Kendati mengusung misi wajib menang, Eko menegaskan bahwa ajang Piala Presiden 2026 ini tetap diposisikan sebagai bagian esensial dari proses pembentukan kerangka tim guna menatap kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia, yaitu Indonesia Championship 2026/2027. Oleh karena itu, ia memastikan bakal memberikan kesempatan menit bermain kepada sejumlah pilar yang sebelumnya belum sempat turun ke lapangan.
"Masih ada beberapa pemain yang belum mendapat kesempatan bermain dan mereka akan kami turunkan sebagai persiapan menuju Liga 2. Kami juga ingin melihat perkembangan pemain asing yang sedang trial sekaligus memantapkan tim," ujar mantan asisten pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Menurut pandangannya, kebijakan rotasi pemain tidak sekadar bertujuan menjaga kesegaran fisik penggawa di atas lapangan, melainkan pula menjadi instrumen bagi tim pelatih guna mengukur kedalaman skuad secara komprehensif sebelum kompetisi resmi bergulir.
"Ada beberapa pemain yang belum bermain dan mereka akan mendapat kesempatan saat menghadapi Persebaya. Begitu juga pada pertandingan berikutnya melawan Persija," kata Eko Purdjianto.
"Saya berharap semua pemain bisa menampilkan kemampuan terbaik. Walaupun ini masih pramusim, setiap pertandingan sangat penting untuk proses pematangan tim menuju Liga 2. Selain itu, penampilan mereka juga menjadi perhatian masyarakat Indonesia," pungkasnya.